Suasana alun-alun Sidoarjo yang menjadi tempat wisata bagi masyarakat Sidoarjo yang tidak mudik, Kamis (19/3/2026) malam. Doc : Siska PrestiwatiSidoarjo (Aksaraindonesia.id) –Alun-alun Kabupaten Sidoarjo berubah menjadi ruang penuh kehangatan pada Kamis (19/3/2026) malam. Meski langit gelap menaungi kota, suasananya justru ceria. Ratusan warga memadati ikon baru Sidoarjo ini, menikmati malam sambil menemani anak-anak bermain di area terbuka yang semakin jadi andalan keluarga.
Lampu warna-warni dari puluhan kitiran yang ditembakkan anak-anak ke langit mencuri perhatian. Setiap putaran cahayanya seolah menciptakan bintang-bintang kecil yang menari di atas alun-alun, membuat siapa pun yang melihat terpikat.
Di tengah riuh itu, ada Sri, warga Desa Jati, yang memilih menghabiskan malam bersama keluarga besarnya. Tahun ini, ia tidak mudik.
“Suasana rumah sepi. Banyak tetangga mudik. Mumpung cuaca bagus, ya kami main ke alun-alun,” ujarnya sambil tersenyum, menggenggam tangan kedua anaknya.
Kegembiraan malam itu beberapa kali diselingi suara operator yang mengingatkan pengunjung pria agar tidak merokok di area permainan anak. Pengumuman soal kebersihan dan keamanan juga terus diputar, menjaga suasana tetap nyaman bagi semua.
Sesekali, terdengar pula panggilan lembut dari petugas informasi, Mohammad Rohman, yang mengabarkan adanya beberapa anak yang terpisah dari orang tuanya.

Rohman (berdiri) terus memantau situasi di alun-alun melalui layar di ruang informasi. Doc : Siska Prestiwati
“Telah ditemukan anak laki-laki memakai celana pendek hitam dan kaos biru,” katanya dengan suara tenang melalui pengeras suara—sebuah upaya memastikan anak dan orang tuanya bisa segera bertemu kembali.
Kepada Aksaraindonesia.id, Rohman bercerita bahwa selama Ramadan, jika cuaca cerah, alun-alun biasanya tetap ramai hingga pukul 23.00 WIB. Soal anak terpisah, katanya tidak terjadi setiap hari.
“Malam ini memang ada tiga anak yang terpisah. Dua diantar polisi dan satu dibawa pengunjung. Alhamdulillah semuanya cepat bertemu kembali,” jelas pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Suasana tempat bermain yang menjadi favorit pengunjung alun-alun. Doc : Siska Prestiwati
Ia menambahkan, tak jarang ada pengunjung yang datang menyerahkan kunci motor atau barang lain yang tak sengaja ditemukan. Dengan bantuan 25 titik CCTV yang terpasang, petugas bisa memantau keadaan dan mempercepat penanganan situasi apa pun.
Keramaian malam itu juga membawa berkah bagi para pedagang. Penjual kitiran tak henti melayani anak-anak yang terpikat cahaya mainan mereka. Pedagang makanan dan minuman pun ramai pembeli, sementara jasa foto keliling tak kalah laris—jadi pilihan mereka yang ingin mengabadikan momen Ramadan di tempat yang tengah digandrungi warga Sidoarjo ini.
Malam itu, alun-alun bukan hanya tempat bertemu. Ia menjadi ruang berbagi cerita: tentang rindu kampung halaman, kebahagiaan keluarga, tawa anak-anak, kesibukan pedagang, dan kerja sunyi para petugas yang memastikan semua berjalan hangat dan aman.