

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Polresta Sidoarjo menggandeng berbagai elemen masyarakat dalam upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik. Akademisi, mahasiswa, jurnalis, komunitas, hingga tokoh masyarakat diajak berdialog untuk memberikan masukan terhadap layanan kepolisian.
Forum Konsultasi Publik tersebut digelar di Ruang Parahita Raksaka, Jumat (17/7/2026). Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing membuka kegiatan didampingi Wakapolresta AKBP Mohammad Zainur Rofik serta para pejabat utama Polresta Sidoarjo.
Christian mengatakan pelayanan publik harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kepolisian tidak hanya mengandalkan evaluasi internal, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan penilaian secara langsung.
Menurutnya, sejumlah layanan seperti penerbitan SIM, SKCK Online, hingga Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) telah mengalami berbagai pembaruan. Namun, inovasi tersebut tetap memerlukan masukan agar pelayanan semakin efektif dan mudah diakses masyarakat.
“Melalui forum ini kami ingin mendengar secara langsung kritik, masukan, maupun usulan dari masyarakat sebagai bahan penyempurnaan pelayanan yang kami berikan,” ujar Christian.
Ia menambahkan, forum konsultasi publik merupakan bagian dari komitmen Polresta Sidoarjo dalam menerapkan prinsip pelayanan yang transparan dan akuntabel sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Selain meningkatkan kualitas layanan, hasil diskusi juga akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat budaya birokrasi yang bersih serta mempertahankan predikat Zona Integritas yang telah diraih.
“Kami ingin pelayanan kepolisian semakin cepat, profesional, terbuka, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Forum tersebut turut menghadirkan akademisi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Ruslina Dwi Wahyuni, yang memberikan pandangan mengenai pentingnya partisipasi publik dalam meningkatkan mutu pelayanan pemerintah.
Salah satu peserta, Bagus Arif, mahasiswa Umsida, menilai forum semacam ini menjadi langkah positif karena masyarakat diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada jajaran kepolisian.
“Harapan kami forum seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi terus berlanjut sehingga kritik dan masukan masyarakat benar-benar menjadi dasar perbaikan pelayanan,” ujar Bagus.

