Ainun Amalia menyebut Garuda AI Impact Summit 2026 menjadi langkah strategis dalam mendorong akselerasi teknologi di daerah. Menurutnya, Artificial Intelligence (AI) kini bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan daya saing dan kualitas hidup masyarakat.
“Hari ini, Sidoarjo tidak hanya menjadi saksi, tetapi menjadi kontributor utama dalam agenda strategis nasional melalui Garuda AI Impact Summit 2026,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkab Sidoarjo telah membangun fondasi ekosistem digital yang inklusif sebagai bentuk komitmen transformasi daerah. AI, kata dia, akan menjadi pengungkit tiga pilar utama pembangunan.
Tiga pilar tersebut meliputi akselerasi tata kelola pemerintahan (smart governance), transformasi komunikasi publik yang responsif, serta inklusivitas ekonomi digital bagi UMKM. Integrasi AI dalam pemerintahan diharapkan mampu menyederhanakan birokrasi dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
“Kita ingin menciptakan birokrasi yang lebih ramping namun lebih cerdas dalam melayani,” jelasnya.
Selain itu, Ainun juga menekankan pentingnya peran ASN sebagai garda terdepan dalam penyebaran informasi publik. AI dinilai dapat membantu mendeteksi isu secara dini sekaligus menyusun narasi komunikasi yang lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital. Dengan demikian, pelaku usaha lokal dapat meningkatkan daya saing hingga menembus pasar global.
“Ini peluang emas bagi ASN dan UMKM untuk mendapatkan keterampilan aplikatif dan menciptakan dampak nyata bagi kemajuan Sidoarjo,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo, mengatakan forum ini juga menargetkan penyusunan Peta Jalan Komitmen AI Lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
“Hasilnya akan dikonsolidasikan dalam Buku Kebijakan AI yang akan diluncurkan pada puncak National AI Summit mendatang,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan bertema “AI for Digital Economic” tersebut mampu memperkuat fondasi ekosistem digital yang inklusif, sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan dan pengembangan ekonomi digital UMKM di Sidoarjo.