
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Kondisi bangunan SDN Putat Tanggulangin memprihatinkan. Rangka atap penyangga genting terlihat melengkung dan rawan ambruk, bahkan dikhawatirkan membahayakan siswa jika tidak segera diperbaiki.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana saat meninjau langsung sekolah itu, Rabu (22/4/2026). Ia mengaku khawatir melihat kondisi fisik bangunan, termasuk plafon kelas yang sudah berlubang.
Mimik langsung meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Tirto Adi untuk segera melakukan revitalisasi. Ia mendorong agar anggaran dari APBD hingga bantuan pusat bisa dimanfaatkan untuk perbaikan total.
“Memang sudah waktunya renovasi total karena kondisinya seperti ini. Insyaallah nanti kita juga mintakan bantuan Banpres, mudah-mudahan di-ACC,” kata Mimik usai berkeliling meninjau ruang kelas.
Ia memastikan perbaikan akan diupayakan bisa dilakukan tahun ini. Sejumlah bagian yang rusak seperti atap, plafon, serta kusen pintu dan jendela yang lapuk dimakan rayap akan diganti.
Tak hanya itu, bangunan bekas rumah dinas guru dan kepala sekolah juga akan diperbaiki dan dialihfungsikan menjadi ruang serbaguna dan musholla.
“Atap, plafon, pintu dan jendela yang rusak harus segera dibenahi. Termasuk bangunan yang akan dijadikan musholla dan ruang serbaguna,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Mimik juga berupaya agar siswa SDN Putat Tanggulangin mendapat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut akan mencarikan dapur SPPG terdekat untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 siswa.
“Kita carikan dapur terdekat, diusahakan bisa terlayani. Siswanya hanya sekitar 100 anak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN Putat Tanggulangin Rizky Febrianto mengatakan sekolahnya sudah lama tidak mendapat renovasi menyeluruh. Perbaikan terakhir dilakukan sekitar 10 tahun lalu dan hanya menyasar sebagian bangunan.
Ia menyebut kondisi paling mengkhawatirkan berada di gedung sisi selatan yang belum pernah diperbaiki. Atap yang melengkung dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan siswa.
“Yang di selatan itu atapnya melengkung, kami khawatir kalau sampai jatuh bisa membahayakan,” ujarnya.
Rizky berharap revitalisasi bisa segera dilakukan. Tercatat ada enam ruang kelas di dua gedung yang membutuhkan perbaikan mendesak, termasuk dua bangunan bekas rumah dinas yang kini nyaris roboh.
Ia berencana mengalihfungsikan bekas rumah dinas kepala sekolah menjadi musholla. Selama ini, siswa harus melaksanakan salat dhuha di halaman sekolah karena belum tersedia fasilitas memadai.
“Rencananya akan kami jadikan musholla, karena selama ini anak-anak salat dhuha di halaman,” pungkasnya.