Polresta Sidoarjo Ikuti Penanaman Jagung Serentak, Kapolri: Dukung Swasembada Pangan

Siska Prestiwati
7 Mar 2026 17:43
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) –Polresta Sidoarjo mengikuti zoom meeting penanaman jagung serentak kuartal I dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (7/3/2026) sore.

Dalam kegiatan yang terhubung secara virtual itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa program penanaman jagung serentak merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia mengatakan program tersebut telah dilaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto sebelum dilaksanakan.

Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden terkait rencana kegiatan ini. Saya menanyakan apakah program ini tetap dilanjutkan, dan beliau memerintahkan agar program ini terus berjalan,” kata Sigit dalam sambutannya.

Menurut Sigit, arahan presiden tersebut menjadi amanah yang harus dijalankan secara serius oleh seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga terkait hingga para petani. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai stakeholder dalam penguatan sektor pangan, khususnya komoditas jagung.

Sigit menjelaskan kebutuhan jagung nasional terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pakan ternak serta berbagai program pemerintah. Karena itu peningkatan produksi jagung dinilai penting agar Indonesia tidak bergantung pada impor.

Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan komoditas jagung juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani. “Jika hasil panen terserap dengan harga yang baik, tentu nilai tukar petani juga akan meningkat,” ujarnya.

Kapolri juga menyinggung kondisi geopolitik global yang tengah mengalami eskalasi konflik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk harga energi.

Ia mencontohkan harga minyak dunia yang naik dari sekitar 66 dolar AS per barel menjadi 77 dolar AS per barel akibat konflik global. “Kondisi global ini harus kita antisipasi. Karena itu Indonesia harus memperkuat kemandirian, termasuk di sektor pangan dan energi,” imbuhnya.

Sigit menambahkan, pada kuartal pertama 2026 luas lahan tanam jagung tercatat mencapai sekitar 621 ribu hektare dengan estimasi produksi 3,9 hingga 4 juta ton. Ke depan pemerintah menargetkan perluasan lahan tanam hingga 1 juta hektare.

Menurutnya, jagung tidak hanya dibutuhkan untuk pangan dan pakan ternak, tetapi juga memiliki potensi sebagai bahan baku energi alternatif. Ia pun mengapresiasi dukungan sektor perbankan yang membantu pembiayaan bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas.

“Dengan dukungan pembiayaan, petani bisa meningkatkan produksi. Saat panen, jagung dapat dikeringkan dengan standar yang baik sehingga harga jualnya juga lebih tinggi,” pungkasnya.

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026