Misteri Keracunan Santri Saat Buka Puasa di Jombang, Telur Asin MBG Jadi Sorotan

Endang Pergiwati
6 Mar 2026 04:15
3 minutes reading

Jombang (Aksaraindonesia.id) – Puluhan santri di Pondok Pesantren Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami keracunan setelah menyantap menu berbuka puasa pada Kamis (5/3/2026) malam. Sejumlah santri mendadak mual dan muntah tak lama setelah mulai makan.

Pengasuh ponpes, KH Muhammad Adam, mengatakan para santri saat itu berbuka puasa dengan nasi rawon yang dimasak di dapur pondok serta telur asin yang merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Telur asin tersebut dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.

“Baru mulai makan, belum semuanya selesai, sudah ada yang merasa mual lalu muntah,” kata KH Adam kepada awak media, Jumat (6/3/2026).

Awalnya pihak pondok mengira keluhan itu disebabkan kelelahan setelah seharian berpuasa. Namun, kecurigaan muncul ketika semakin banyak santri yang mengalami gejala serupa dalam waktu hampir bersamaan.

“Kami sempat mengira hanya telat makan atau mungkin karena lelah. Tapi ternyata yang mengalami keluhan cukup banyak,” ujarnya.

Kondisi yang paling mengkhawatirkan terjadi pada sejumlah santri putri. Beberapa di antaranya terlihat sangat lemas, menangis, bahkan ada yang sampai pingsan. Pengurus pondok kemudian segera meminta bantuan ambulans untuk mengevakuasi para santri ke rumah sakit.

“Terutama santri perempuan, ada yang lemas, menangis, bahkan sampai pingsan. Kami langsung koordinasi meminta bantuan ambulans,” jelasnya

Sekitar 40 santri kemudian dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 30 merupakan santri putri dan 10 santri putra. Hingga Kamis malam, tercatat 21 santri masih menjalani perawatan, sementara lainnya sudah mulai membaik.

KH Adam menjelaskan, menu berbuka puasa saat kejadian terdiri dari nasi rawon yang dimasak di pondok serta telur asin dari bantuan MBG. Biasanya paket MBG yang diterima pesantren juga berisi makanan lain seperti roti,buah-buahan dan telur asin untuk santri selama Ramadan.

Namun dari sekitar 84 santri yang tinggal di pondok tersebut, tidak semuanya mengalami keluhan yang sama.Pengasuh ponpes, KH Muhammad Adam, menyebut ada santri yang muntah dan terlihat mengeluarkan potongan telur asin yang sebelumnya dimakan saat berbuka.

“Ada yang muntah itu terlihat keluar telur asinnya. Sementara yang tidak makan telur asin, termasuk saya yang hanya makan rawon saja, tidak mengalami keluhan,” ujar KH Adam.

Kondisi itu memunculkan dugaan awal bahwa keluhan para santri berkaitan dengan lauk telur asin. Meski demikian, pihak pondok belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Saat ini pihak pesantren masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui sumber pasti penyebab para santri mengalami mual dan muntah.

Sementara itu, peristiwa tersebut sempat membuat santri dan pengurus pondok khawatir. Pihak pesantren berharap hasil pemeriksaan laboratorium segera keluar agar penyebab kejadian tersebut bisa dipastikan.

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :