
Sumenep (Aksaraindonesia.id) – Tim SAR gabungan mengevakuasi lima anak buah kapal (ABK) Kapal Tongkang Indo Ocean Marine yang kandas di perairan Pulau Gili Iyang, Sumenep, Kamis (22/1/2026). Seluruh ABK berhasil diselamatkan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan pihaknya mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep setelah menerima laporan kondisi darurat tersebut.
Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan tim rescue untuk membantu evakuasi lima ABK yang berada di kapal tongkang,” kata Nanang.
Tim rescue diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Dermaga Kalianget menuju lokasi dengan jarak sekitar 15 mil laut.
Kapal tongkang tersebut diketahui kandas pada Kamis dini hari saat sedang ditarik Kapal TB Trans Pasific 66. Kapal kandas di atas karang dangkal sekitar 300 meter dari bibir pantai Desa Banraas, Pulau Gili Iyang.
Proses evakuasi dilakukan di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang. Berdasarkan data BMKG, perairan Gili Iyang saat itu diguyur hujan ringan dengan angin 18 knot dari barat laut, gelombang 1,4 meter, dan arus 46 cm/detik ke arah barat daya.
Pada pukul 09.20 WIB, tim SAR gabungan tiba di dermaga Gili Iyang dan langsung mengevakuasi seluruh ABK ke RBB Basarnas. Mereka masing-masing bernama Jumanto (45), Wibo Ari Murdiyanto (20), Dwi Kurnianto (20), Sudirman (45), dan Briptu Ribut Prasetyo.
Sekitar pukul 11.05 WIB, tim bertolak kembali ke Dermaga Kalianget dan tiba pukul 12.50 WIB. Seluruh ABK kemudian diserahkan ke Kantor Polairud Sumenep untuk dimintai keterangan.
Operasi SAR melibatkan Pos SAR Sumenep, Satpolairud Kalianget, KSOP Kalianget, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, SROP Kalianget, serta nelayan setempat. Seluruh proses berjalan aman dan para ABK berhasil diselamatkan.