Sofia : Perempuan Lebih Berisiko Jadi Korban Pinjol dan Judol

Siska Prestiwati
25 Aug 2025 13:41
3 minutes reading

Sidoarjo (aksara Indonesia. Id) – Bank Perkreditan Rakyat(BPR) Delta Arta Sidoarjo melihat adanya peningkatan korban penipuan online pada perempuan. Data di BPR Delta Artha, di tahun 2025 ini, pihaknya mencatat ada lima kasus nasabah perempuan BPR Delta Artha yang menjadi korban penipuan online.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati, khususnya kaum perempuan karena banyak kasus korban penipuan pinjaman online (pinjol) ini adalah ibu-ibu dan jumlahnya sudah ada lima orang di tahun ini, ” ungkap Direktur Utama BPR Delta Artha Sidoarjo, Sofia Nurkrisnajati Atmaja saat menjadi pemateri pada Sinkronisasi dan Koordinasi Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Aula Fave Hotel, Jl. Raya Jenggolo Sidoarjo, Senin (25/08/2025).

Sofia saat menjelaskan maraknya penipuan online kepada peserta di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (25/08/2025).

Penerima penghargaan TOP CEO BUMD 2021 ini menegaskan agar masyarakat harus lebih berhati-hati dan lebih waspada terkait keamanan data diri jangan terlalu mudah untuk memberikan dan mengunggah data diri di aplikasi online manapun.

“Sekarang itukan banyak iklan-iklan yang sangat menggiurkan dengan berbagai kata-kata yang menarik di HP. Saya mohon masyarakat jangan mudah ngeklik dan mengisi data diri. Karena data yang kita upload itu bisa saja dimanfaatkan bagi para penipu. Kalau butuh uang lebih pinjam ke bank jangan online, ” ungkap perempuan yang juga mendapatkan penghargaan TOP 100 Outstanding Women 2022 In Financial Sector and Soe ini.

Sofia menambahkan jangankan Anda yang mudah sekali meng uplod data diri melalui aplikasi online, dirinya yang tidak pernah meng uplod data diri di aplikasi manapun datanya sudah bocor. Apa buktinya? Yaitu seringnya dirinya mendapatkan tawaran baik dari bank ataupun lainnya yang menawarkan produk mereka melalui ponsel pintarnya.

“Contohnya ada nasabah yang dalam rekeningnya ada dana masuk sebesar Rp 20 juta sedangkan dia tidak merasa ada transaksi apapun. Tak lama kemudian ada telpon masuk yang mengatakan bahwa dia salah transfer dan meminta ibu itu untuk transfer balik. Sebulan kemudian sang ibu mendapatkan tagihan pinjol, “paparnya.

Untuk itu, sambung Sofia, bila ada masyarakat yang mengalami hal yang sama. Maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi pihak bank dan menanyakan darimana asal dana tersebut. Jangan langsung memercayai telpon masuk padahal masyarakat tersebut tidak mengenal, meskipun mengenalnya pun lebih baik waspada dan jangan gegabah menuruti permintaan mereka.

Sedang untuk kasus Judol dengan korban ibu rumah tangga, Sofia menjelaskan mayoritas karena ponselnya dipakai oleh anak-anak mereka. Mungkin anaknya tidak paham, jadi seperti iklan atau apalah langsung dipencet yang ternyata situs judol. Dengan tampilan yang menarik, akhirnya membuat si anak memencet aplikasi itu. Untuk itu dihimbau orang tua seyogyanya mendampingi anak-anaknya saat bermain menggunakan handphone. Sis

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :