Saat Musik Pop hingga Dangdut Hadir di Panggung Orkestra Gado Gado Surabaya

Siska Prestiwati
23 Jun 2025 11:24
3 minutes reading

Surabaya (aksaraindonesia.id) – Panggung Gedung Cak Durasim di Taman Budaya Jawa Timur Surabaya, dipenuhi dengan 75 anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang siap dengan alat musik masing-masing, seperti biola, cello, gitar, contrabass, keyboard hingga drum, pada Minggu (22/6/2025) malam. Mereka siap memainkan alat musiknya melantunkan lagu berbagai genre dalam sebuah orchestra bertajuk Gado Gado Suroboyo.

Konser orkestra ini adalah kolaborasi Pusat Olah Seni Surabaya (POSS) dengan Bavisch Music School dari Bali.

Satu per satu lagu pun mengalun menghanyutkan ratusan hadirin. Diawali dengan lagu Power of Paradise, dilanjutkan dengan lagu Rek Ayo Rek, Hungarian Dance, Semanggi Suroboyo, That’s Why You Go Away, Careless Whisper, Roman Picisan, Denpasar Moon, Kereta Malam, Terajana hingga sampai pada Gebyar Gebyar.

Conductor orkestra, Chaerul Anam, yang juga pimpinan Bavisch Musik School mengungkapkan, bahwa konser ini digelar untuk melestarikan musik orchestra, termasuk mewariskan kepada generasi berikutnya.

“Saya hanya ingin menjadi pemicu para seniman itu, mengajak para seniman untuk bergerak, sebisanya, agar yang kita cintai lestari, agar anak anak kita bisa meneruskan,” tutur Anam, panggilan akrabnya.

Harapan Anam, melalui dukungan para stakeholder, masyarakat, wali murid, juga pemerintah yang telah banyak membantu suksesnya konser musik ini, akan terus menggerakkan bergulirnya roda pelestarian budaya hingga ke generasi berikutnya.

“Ini adalah kerjo bareng, kerjo Gado-Gado Suroboyo, grudak gruduk, rukun, guyup, melestarikan budaya dan mengajak anak-anak berbudaya,” tegasnya.

Anam juga berharap, konser kolaborasi ini dapat menjadi agenda tahunan, yang dapat melibatkan lebih banyak pihak di masa mendatang.

Senada dengan hal ini, Pimpinan POSS, Heru Prasetyono, pun mengungkapkan bahwa tujuan dari konser ini adalah melestarikan musik orkestra, sekaligus melestarikan lagu khas Surabaya.

“Beragam genre musik bisa dimainkan dalam orkestra, pop, keroncong, jazz, bahkan juga dangdut bisa,” tutur Heru.

Konser ini pun berhasil membuktikan bagaimana musik dangdut juga bisa dinikmati dalam permainan musik orkestra. Bahkan para pengunjung konser juga sempat berjoget riang saat lagu Terajana dinyanyikan.

Diakui Heru, suksesnya konser musik ini tak lepas dari kerja keras para siswa POSS maupun Bavisch yang berlah dengan tekun agar dapat menyajikan musik dengan apik.

“Persiapan yang kami lakukan untuk konser sekitar 3 bulan. Masing-masing pihak, anak anak POSS di Surabaya dan siswa Bavisch di Bali berlatih sejumlah lagu, dengan partitur yang sama. Lalu hari Sabtu kemarin (21/6/2025) mereka bertemu, berlatih bersama untuk saling menyesuaikan, dan Minggu (22/6/2025) mereka tampil,” tutur Heru.

Waktu persiapan memang tidak lama, karena anak-anak pemain musik ini telah memiliki kemampuan dasar bermain musik.

“Selama anak itu sudah bisa membaca not balok dan partitur, tidak akan butuh waktu lama untuk bisa memainkan sebuah lagu dengan baik,” tambahnya.

Untuk agenda selanjutnya, POSS berencana kembali menggelar pertunjukan musik di PosBlock, galeri Kantor Pos Besar Kebunrojo Surabaya pada Agustus 2025 mendatang. Selain itu, pada bulan Desember di tahun yang sama, POSS akan tampil pada event Heroic Mob.

Salah satu tamu undangan, Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, mengaku sangat terhibur dengan sajian musik dari anak-anak POSS dan Bavisch ini.

“Musik yang dipresentasikan dari berbagai jenis musik yang dibawakan dalam orkestra, ini sangat menarik,” tuturnya.

Mike juga mengapresiasi kerja kolaborasi antara musisi Surabaya dengan Bali yang dinilai sangat bagus untuk perkembangan musik ke depan.end

13-03-2026

5-5-2026