Rakor Kloter Jatim: Probolinggo Jadi Kloter Pertama, Tekanan pada Pelayanan dan Data

Siska Prestiwati
22 Dec 2025 15:34
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur menggelar rapat koordinasi penyusunan urutan kloter haji kabupaten/kota se-Jatim di HARRIS Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini diikuti para kepala kantor Kemenhaj kabupaten/kota serta operator haji dari seluruh daerah.

Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Muh As’adul Anam, menegaskan bahwa perubahan regulasi melalui UU Nomor 14 Tahun 2025 berdampak langsung pada terbentuknya lembaga baru, yaitu Kementerian Haji dan Umrah. Hal ini, kata dia, menuntut seluruh jajaran bekerja lebih profesional dan terukur.

As’adul Anam menekankan para kepala kantor hadir bukan sebagai individu, melainkan representasi institusi. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran menjaga citra kelembagaan dengan menyampaikan informasi publik yang akurat dan konsisten.

“Komunikasi dan koordinasi harus berjalan optimal. Kepala kantor harus siap memberi informasi kepada kepala daerah dan pemangku kepentingan, terutama jika ada perbedaan data identitas calon jemaah haji,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran penting operator haji di daerah. Operator diminta menyajikan laporan berbasis data SISKOHAT agar tidak terjadi penyampaian informasi tanpa dukungan data valid. “Semua harus berbasis data,” tegasnya.

As’adul menambahkan bahwa orientasi kerja kementeriannya adalah pelayanan dan kinerja penyelenggaraan haji, bukan semata pengelolaan anggaran. Seluruh proses kini dilengkapi aspek pengendalian lewat pembentukan Ditjen Pengawasan dan Pengendalian serta Inspektorat Jenderal.

Dalam paparan kesiapan haji 2026, Kanwil menyebut Jatim memiliki kuota 42.409 jemaah. Tercatat sekitar 2.600 jemaah menyatakan mundur, menunda, atau belum istitha’ah. Dari porsi cadangan 9.000 jemaah, diharapkan 60 persen dapat diberangkatkan.

Hingga Jumat (19/12), jumlah jemaah yang telah istitha’ah mencapai 31.171 orang, sementara 11.250 belum istitha’ah. Sebanyak 271 jemaah tercatat belum melakukan pemeriksaan sama sekali. “Jangan memaksakan jemaah. Yang penting mereka mengikuti proses pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Adapun jemaah yang telah melunasi biaya haji berjumlah 27.799 orang atau 66 persen. Ia menargetkan capaian pelunasan bisa naik hingga 75 persen dengan dukungan pendampingan dari kantor kabupaten/kota dan KBIHU.

Rakor kemudian menetapkan urutan kloter berdasarkan wilayah kerja (wilker). Wilker Malang mendapat jatah pemberangkatan paling awal untuk musim haji 1447 H/2026 M. Kabupaten Probolinggo menjadi kloter pertama yang berangkat dari Jawa Timur.

Kloter perdana dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026. Penetapan ini menjadi dasar teknis bagi daerah untuk memastikan kesiapan jemaah, dokumen, dan kesehatan secara optimal.

 

 

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :