Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Stadion Gajayana Dipadati Jamaah

Siska Prestiwati
8 Feb 2026 14:40
2 minutes reading

Malang  (Aksaraindonesia.id) – Suasana khidmat menyelimuti Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026), saat ribuan jamaah mengikuti Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan satu abad NU itu turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar.

Mujahadah Kubro digelar dengan tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengemban Peradaban.” Sejak pagi hari, jamaah memadati stadion untuk mengikuti rangkaian dzikir, tahlil, shalawat, dan doa bersama yang dipimpin para kiai dan ulama dari berbagai wilayah.

Acara ini juga dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, para Menteri Kabinet Merah Putih, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan lembaga tinggi negara seperti Ketua MPR RI, Panglima TNI, dan Kapolri. Tokoh-tokoh NU turut hadir, di antaranya Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan sejumlah kiai sepuh Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian laporan Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, dan dilanjutkan sambutan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih sekaligus kebahagiaan dapat hadir di tengah keluarga besar NU.

“Saya merasa damai dan optimis berada di tengah Nahdlatul Ulama. NU telah menjadi pilar penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa selama satu abad,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan.

“Kemakmuran hanya terwujud dalam suasana yang damai. Bangsa yang kuat mensyaratkan pemimpinnya rukun, bersatu, dan bekerja untuk rakyat,” tegas Presiden.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar menilai kegiatan ini sebagai momentum penting memperkuat nilai keagamaan dan kebangsaan.

“NU telah memberi kontribusi besar dalam menjaga harmoni kehidupan beragama dan berbangsa. Mujahadah Kubro bukan hanya penguatan spiritual, tetapi juga komitmen merawat persatuan dan kedamaian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kemenag akan terus mendukung tradisi keagamaan yang menanamkan moderasi beragama dan cinta tanah air.

Acara berlangsung tertib dan lancar berkat dukungan panitia, relawan, serta aparat keamanan. Mujahadah ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan terwujudnya Indonesia yang damai serta berkeadaban.

 

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :