
Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh lintas agama untuk aktif menyampaikan pesan kerukunan, perdamaian, dan persaudaraan kepada masyarakat. Ajakan ini disampaikan menyusul berdekatan dan bersamaan beberapa hari besar keagamaan tahun ini, seperti Nyepi, Idulfitri, dan Paskah.
Menurut Menag, momen keagamaan yang terjadi hampir bersamaan tersebut menjadi peluang besar bagi umat beragama untuk memperkuat harmoni dalam kehidupan berbangsa.
“Para tokoh agama memiliki peran kunci dalam menjaga harmoni dan perdamaian. Hari-hari besar keagamaan tahun ini harus menjadi ruang memperkuat persaudaraan, bukan sebaliknya,” kata Menag.
Ia menekankan bahwa setiap perayaan agama membawa nilai universal yang bisa menjadi pijakan untuk mempererat hubungan antarumat. Nyepi mengajarkan refleksi dan pengendalian diri, Idulfitri menegaskan pentingnya saling memaafkan, sementara Paskah membawa pesan harapan dan kasih.
Jika nilai-nilai tersebut dikedepankan oleh para pemuka agama melalui pengajaran dan keteladanan, Menag yakin masyarakat akan semakin terdorong untuk menjaga kerukunan.
“Nilai-nilai universal dari setiap agama dapat menjadi penguat persatuan bangsa. Tokoh agama punya posisi strategis untuk menyebarkan hal itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya merawat persatuan dalam keberagaman. Ia mengingatkan bahwa perbedaan adalah realitas yang harus dijaga dan dihormati oleh seluruh elemen bangsa.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa,” tegas Presiden.
Kementerian Agama Kementerian Agama turut menyiapkan panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri 2026 yang juga memuat imbauan penguatan toleransi antarumat. Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut semakin memperkokoh harmoni sosial di seluruh daerah.