
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Wajah Jalan Raya Waru, Sidoarjo, kini terlihat berbeda. Kawasan yang sebelumnya kerap dipadati pedagang kaki lima (PKL) dan pasar tumpah hingga memicu kemacetan, kini berubah menjadi area yang lebih bersih dan tertata setelah ditata sebagai taman kota.
Penataan tersebut dilakukan setelah Satpol PP Kabupaten Sidoarjo melakukan penertiban terhadap aktivitas PKL di sepanjang kawasan tersebut. Setelah lokasi dinyatakan steril, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo langsung melakukan penataan dengan menempatkan berbagai pot bunga di sepanjang trotoar.
Penataan dilakukan mulai dari area samping Stasiun Waru hingga tikungan menuju Desa Kureksari. Deretan tanaman hias tersebut membuat kawasan yang sebelumnya tampak semrawut kini terlihat lebih rapi dan asri.
Plt Kepala Bidang Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo, Raden Novianto Koesno Adi Putro, mengatakan perubahan wajah kawasan itu merupakan hasil kerja sama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, penataan ini bertujuan agar kawasan perbatasan kota tersebut terlihat lebih indah serta tidak lagi terkesan kumuh seperti sebelumnya.
Ia
menjelaskan, sebelum dilakukan penertiban, Jalan Raya Waru sering mengalami kemacetan terutama pada jam sibuk pagi hari. Kondisi tersebut dipicu oleh keberadaan pedagang bunga, aktivitas pasar tumpah, hingga angkutan umum yang berhenti di badan jalan.
Setelah penertiban dilakukan, pihaknya berkoordinasi dengan DLHK untuk segera menata kawasan tersebut agar tidak kembali ditempati pedagang. Selain itu, pagar yang rusak juga diperbaiki dan rambu larangan berjualan dipasang sesuai peraturan daerah.
Sementara itu, Plt Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, mengatakan penataan taman dilakukan sebagai langkah untuk menjaga agar kawasan tetap tertib setelah penertiban PKL.
Menurutnya, penataan dilakukan dengan menambahkan pot bunga, elemen batu, serta bronjong yang berfungsi sebagai pembatas di area tersebut.
DLHK juga berencana melanjutkan penataan secara bertahap hingga ke arah selatan guna memperluas area penghijauan di sepanjang Jalan Raya Waru.
Meski demikian, ia mengakui penghijauan di lokasi tersebut memiliki keterbatasan karena kondisi lahan yang sebagian besar sudah tertutup paving sehingga tidak memungkinkan untuk menanam pohon berukuran besar.
Karena itu, penataan dilakukan dengan menempatkan pot-pot tanaman agar kawasan tetap terlihat hijau dan lebih nyaman dipandang.