​Pesan Ning Lia Buat Mahasiswa Surabaya: Boleh Modern, Tapi Akhlak Nabi Tetap Utama

Siska Prestiwati
8 Sep 2026 19:39
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Masykuriyah, Wonocolo, Surabaya, berlangsung khidmat. Momen ini dimanfaatkan para santri dan mahasiswa setempat untuk kembali merefleksikan ajaran serta budi pekerti Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

​Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, hadir langsung dan berbaur bersama para mahasiswa. Tidak cuma mengikuti prosesi seremonial, senator yang dikenal gemar mengenakan batik ini juga membuka ruang diskusi hangat bersama para penghuni pesantren.

​Menurut Ning Lia, perayaan Maulid Nabi sepatutnya tidak berhenti pada rutinitas tahunan semata. Momen ini harus menjadi wadah pembentukan karakter yang berlandaskan kejujuran, kesabaran, serta kepedulian sosial.

​”Maulid Nabi ini wadah kita untuk terus meneladani akhlak Rasulullah. Anak-anak muda dan mahasiswa boleh mengejar ilmu setinggi mungkin, tapi adab dan etika tetap harus jalan berdampingan,” kata Ning Lia di lokasi, Selasa (8/9/2026).

​Pentingnya Pondok Pesantren Mahasiswa

​Senator asal Jatim ini menekankan bahwa lingkungan pesantren mahasiswa punya peran vital dalam membentuk mentalitas generasi muda. Di sana, mahasiswa tak cuma dipacu meraih prestasi akademik di kampus, tetapi juga dilatih mandiri, disiplin, dan solid dalam bermasyarakat.

​Di sisi lain, Ning Lia menyoroti derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang menjadi tantangan nyata bagi Gen Z saat ini. Menurutnya, pegangan nilai keagamaan yang kuat sangat dibutuhkan agar kemajuan zaman tidak mengikis identitas diri.

​”Gen Z sekarang hidupnya melekat dengan teknologi dan media sosial. Di sinilah ajaran Nabi tetap relevan—bagaimana kita menjaga lisan, saling menghormati, dan bijak menyebarkan kebaikan di ruang digital,” tuturnya.

​Memadukan Tradisi Kampus dan Pesantren

​Lebih lanjut, Ning Lia mendorong para mahasiswa memanfaatkan masa studi untuk memperluas wawasan. Proses belajar dianggap tak terbatas pada ruang kuliah, melainkan juga lewat dinamika organisasi, kehidupan pesantren, hingga interaksi sosial.

​Bagi Ning Lia, keberadaan pesantren mahasiswa sangat strategis karena berhasil mengawinkan tradisi keilmuan akademis dengan pendidikan moral berbasis agama.

​”Ilmu itu baru terasa bermakna kalau membawa manfaat buat orang banyak. Semangat kebaikan inilah yang musti terus dijaga lewat teladan Rasulullah SAW,” pungkasnya

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia