
Sumenep (Aksaraindonesia.id) – Pencarian terhadap Saenah (66), warga Desa Laklaok, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, berakhir duka. Nenek yang dilaporkan hilang selama dua hari itu ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar 40 meter, Rabu (1/7/2026).
Korban pertama kali ditemukan setelah warga mencium bau menyengat dari air sumur yang biasa digunakan untuk mandi. Saat dilakukan pengecekan, warga melihat sesosok jenazah berada di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 40 meter. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat.
Menerima laporan itu, tim dari Pos SAR Sumenep langsung diterjunkan ke lokasi dengan membawa peralatan High Angle Rescue Technique (HART) untuk melakukan proses evakuasi.
Koordinator Pos SAR Sumenep, Nur Hadi Santoso, mengatakan setibanya di lokasi sekitar pukul 11.05 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan unsur terkait sebelum memasang jalur evakuasi.
“Sebelum proses evakuasi, kami menurunkan blower untuk mengeluarkan gas atau zat beracun dari dalam sumur. Setelah dinyatakan aman, satu rescuer diturunkan menggunakan peralatan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) dengan teknik lowering,” ujar Nur Hadi.
Setelah mencapai permukaan air di dasar sumur, rescuer memasang tali pengaman pada tubuh korban. Selanjutnya, jenazah ditarik ke atas menggunakan teknik lifting oleh tim yang berada di permukaan.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 1 jam 10 menit. Jenazah Saenah akhirnya berhasil diangkat dari dalam sumur sekitar pukul 12.25 WIB, lalu diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan operasi SAR resmi ditutup setelah korban berhasil dievakuasi.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang telah bersinergi sehingga proses evakuasi berjalan dengan baik,” katanya.
Evakuasi melibatkan personel Pos SAR Sumenep, Polsek Lenteng, Koramil Lenteng, Puskesmas Lenteng, perangkat Desa Laklaok, Call Center 112, serta warga sekitar.