Senator RI Lia Istifhama Dorong Sinergi HMI dan DPD RI Kawal Pendidikan Daerah Tertinggal

Siska Prestiwati
29 Jun 2026 17:05
2 minutes reading

Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Anggota DPD RI Lia Istifhama menerima audiensi Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Bakornas Lapenmi PB HMI) di Jakarta, Senin (29/6/2026). Pertemuan itu membahas kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan sejumlah persoalan pendidikan nasional. Mulai dari pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan program pelatihan yang dinilai mampu menjawab tantangan pendidikan di wilayah tertinggal.

Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia mengatakan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, politik seharusnya menjadi ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

“Politik harus menjadi jalan pengabdian. Kita harus mampu merangkul banyak pihak untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat. Saya berharap teman-teman HMI tidak berhenti membangun komunikasi dengan saya saja, tetapi juga memperluas jaringan dengan anggota DPR, DPD, maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Ning Lia.

Senator asal Jawa Timur itu juga menilai kader HMI memiliki kontribusi besar dalam dunia politik dan parlemen. Namun, ia mengingatkan tantangan ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan strategi, kemampuan membaca perubahan zaman, dan penguatan kapasitas kader.
Menurut Lia, membangun hubungan baik dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Saya percaya tidak ada kekuasaan yang benar-benar mutlak. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun kepercayaan dan hubungan baik sehingga aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan bersama,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Bakornas Lapenmi PB HMI, Andi, memaparkan hasil kajian lapangan yang menunjukkan masih adanya ketimpangan akses pendidikan di sejumlah daerah pelosok Indonesia.

Menurutnya, banyak pelajar memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, namun terkendala akses. Selain itu, pihaknya juga menemukan persoalan dalam distribusi beasiswa yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

“Hasil riset kecil yang kami lakukan menunjukkan masih banyak pelajar di daerah terpencil yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi terbentur akses. Selain itu, kami juga menemukan adanya ketimpangan dalam penyaluran beasiswa, di mana ada pihak yang seharusnya tidak berhak justru memperoleh bantuan karena memiliki jejaring tertentu,” kata Andi.

Ia menambahkan, Bakornas Lapenmi PB HMI telah menyiapkan sejumlah program lanjutan, di antaranya penyusunan manifesto pendidikan dan Sekolah Anggaran untuk mengkaji efektivitas alokasi anggaran pendidikan.
Audiensi tersebut ditutup dengan kesepakatan memperkuat komunikasi jangka panjang antara Bakornas Lapenmi PB HMI dan DPD RI. Kolaborasi itu diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya di wilayah 3T.

5-5-2026

Arsip Berita :