Tak Cukup Kritis, Lia Istifhama Minta Anak Muda Punya Solusi

Siska Prestiwati
27 Apr 2026 22:52
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) –  Pengukuhan Duta Parlemen Muda Indonesia tingkat kabupaten/kota digelar serentak dan menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk ikut menjaga arah demokrasi. Para peserta yang lolos merupakan hasil seleksi dari ribuan pendaftar di seluruh Indonesia.

Dalam agenda tersebut, Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, memberikan arahan sekaligus pesan moral bagi para duta muda yang dipercaya membawa suara generasi baru di ruang publik.

Ajak Anak Muda Tak Takut Berpikir Kritis

Lia menegaskan bahwa Duta Parlemen Muda bukan sekadar simbol, tetapi representasi dari generasi yang mampu membaca perkembangan isu secara jernih. Ia mendorong para duta untuk tetap kritis, namun dengan cara yang membangun.

“Terpilihnya kalian berarti ada harapan besar agar demokrasi dijaga dengan cara yang cerdas. Kritik itu penting, tapi harus konstruktif dan memberikan solusi,” kata Lia saat ditemui usai kegiatan, Senin (27/4).

Ia

mengingatkan bahwa generasi muda memiliki kepekaan terhadap perubahan sosial dan politik yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. Karena itu, kemampuan membaca dinamika menjadi modal penting.

Perbedaan Jangan Jadi Jurang

Lia juga menekankan pentingnya kemampuan merawat perbedaan sebagai bagian dari demokrasi. Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan yang harus dikelola dengan baik.

“Bangun kesepahaman di tengah perbedaan. Pendidikan politik yang persuasif jauh lebih efektif daripada pendekatan yang memecah belah,” ujarnya.

Ia

mengajak para duta muda untuk menjadi jembatan antar kelompok, bukan memantik polarisasi.

Nilai Moral Perlu Jadi Fondasi

Dalam arahannya, Lia turut menyinggung pentingnya nilai moral dalam aktivitas politik. Ia menyebut bahwa nilai-nilai keislaman yang mengajarkan tanggung jawab dan kebaikan universal dapat dijadikan pedoman oleh generasi muda.

“Setiap orang punya tanggung jawab untuk menghadirkan kemaslahatan. Dalam politik pun hal itu berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, nilai integritas dan kepedulian sosial wajib menjadi karakter dasar politisi muda.

Optimisme Jadi Modal Besar

Lia mendorong para duta untuk konsisten melangkah dan tidak mudah goyah menghadapi tantangan politik. Ia menyebut setiap proses panjang akan selalu membuahkan hasil.

“Setiap langkah baik pasti ada hasilnya. Tinggal bagaimana kita menjaga niat dan caranya tetap benar,” katanya.

Tugas Besar Menanti Duta Parlemen Muda

Pengukuhan duta ini bukan hanya seremoni seremonial. Para peserta diharapkan mampu menjalankan empat peran utama:

  • Menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat,
  • Mengedukasi publik tentang politik yang sehat,
  • Menyebarkan narasi positif dan inklusif di ruang digital,
  • Mendorong partisipasi generasi muda dalam demokrasi.

Dengan bekal literasi politik dan kepekaan sosial, para duta ini diharapkan mampu memperkuat demokrasi dari akar rumput dan menjadi motor perubahan di masa mendatang.

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :