
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Suasana Ramadan terasa semakin hidup di Pesantren Muhammadiyah An Nur. Di bulan penuh berkah ini, para santri-santriwati dikirim langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu yang mereka pelajari, khususnya terkait pembinaan keagamaan dan kedokteran masyarakat.
Kepala Kepengasuhan Pesantren, Ustadz Ibrahim, mengatakan bahwa program Safari Ramadan menjadi ciri khas sekaligus kebanggaan pesantren. Program ini berlangsung sejak hari pertama hingga hari ke-20 Ramadan, dengan tujuan memberi ruang bagi santri untuk mempraktikkan ilmu sekaligus belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Ini adalah pembelajaran lapangan. Para santri kami tugaskan untuk memberikan tausiyah, khutbah, hingga mengisi kajian Ramadan di masjid-masjid yang sudah dijadwalkan. Mereka kami siapkan sebagai duta dakwah yang membawa kesejukan dan persatuan,” ujar Ustadz Ibrahim, Jumat (20/2/2026).
Pesantren juga menonjolkan konsep dakwah preneur, yaitu kemampuan setiap santri untuk berdakwah minimal satu ayat. Karena itu, penempatan santri di masjid-masjid dilakukan secara bertahap dan berdasarkan penilaian kemampuan, mulai dari masjid kecil, mushala sekitar, hingga masjid besar di Sidoarjo dan luar daerah. “Anak-anak harus memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik. Itu syarat utama sebelum terjun berdakwah,” tambahnya.
Selama 20 hari, para santri mengikuti berbagai pembekalan intensif. Setiap pekan, mereka mengikuti muhadharah atau latihan pidato, kegiatan khutbah Jumat, dan apel pagi untuk membangun rasa percaya diri serta kemampuan penyampaian materi.
Untuk penempatan tugas, santri kelas 8 melayani masjid-masjid Muhammadiyah di Sidoarjo, khususnya wilayah Tanggulangin. Sementara kelas 8 hingga 12 dikirim ke berbagai titik di Sidoarjo dan sekitarnya, kecuali santri kelas 11 yang tahun ini mendapat tugas khusus hingga Bondowoso dan Wringinanom, Gresik.
Total ada sekitar 40 masjid di wilayah Sidoarjo yang bermitra dengan pesantren untuk menjadi tempat para santri belajar dan berlatih berdakwah selama Ramadhan.
“Harapan kami, anak-anak pulang dengan pengalaman berharga, lebih matang, dan lebih siap menjadi generasi penerus dakwah,” tutup Ustadz Ibrahim.