Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil, Lora Nasih: Saatnya Madura Bangkit dan Berkarya

Siska Prestiwati
10 Nov 2025 16:50
2 minutes reading

Surabaya (Aksara Indonesia.id) – Penetapan gelar Pahlawan Nasional untuk ulama kharismatik asal Madura, Syaikhona Muhammad Kholil, disambut gembira oleh banyak kalangan di Jawa Timur. Bagi masyarakat Madura, penghargaan itu bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan pengakuan atas warisan perjuangan besar seorang tokoh spiritual yang berpengaruh dalam sejarah bangsa.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, Lora Nasih Aschal, menyebut penganugerahan ini sebagai hadiah istimewa bagi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Madura. Menurutnya, jasa Syaikhona Kholil tidak hanya membanggakan Madura, tapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan perjuangan bangsa.

“Jasa besar sang ulama tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Madura, tetapi juga bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin (10/11/2025).

Lora Nasih menilai gelar pahlawan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar penghargaan administratif, tapi bentuk pengakuan negara atas kontribusi nyata Syaikhona Kholil dalam pendidikan, perjuangan kemerdekaan, dan pengabdian sosial.

“Kita bahagia akhirnya perjuangan untuk memperoleh gelar pahlawan yang merupakan keinginan masyarakat terealisasi,” katanya.

Menurutnya, kiprah Syaikhona Kholil dalam sejarah Indonesia tidak terbantahkan. Ulama besar dari Bangkalan itu dikenal sebagai guru bagi banyak tokoh nasional, termasuk KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.

“Peran Syaikhona Kholil mulai dari pendidikan yang tidak diragukan hingga kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan tidak bisa dibantah,” jelas Lora Nasih.

Ia berharap gelar Pahlawan Nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat keteladanan dan nilai perjuangan yang diwariskan Syaikhona Kholil.

“Semoga gelar ini bukan hanya penyematan tanpa makna. Semoga Syaikhona Kholil terus menginspirasi anak muda agar melahirkan karya besar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lora Nasih menilai penganugerahan ini juga menjadi sumber kebanggaan baru bagi masyarakat Madura. Ia berharap, penghargaan tersebut dapat mendorong semangat kemajuan di berbagai bidang, terutama pendidikan.

“Di tengah berbagai stereotip negatif yang pernah dilekatkan pada Madura, gelar ini harus disambut sebagai dorongan bagi warga Madura untuk meningkatkan banyak hal, terutama di bidang pendidikan,” pungkasnya.

13-03-2026

5-5-2026