
Sidoarjo (aksaraindonesia.id) – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan kepeduliannya terhadap para santri korban runtuhnya musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Dipimpin Ketua DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih, seluruh anggota Fraksi PKB mengunjungi dan berbincang dengan beberapa korban yang sedang menjalani perawatan di RSU R. T Notopuro Sidoarjo, Kamis (02/10/2025).
“Alhamdulillah hingga hari ini (kamis), donasi sudah terkumpul 50 juta yang berasal dari anggota Fraksi PKB, anggota PKB, DPC, PAC dan lainnya. Kami yakin nilainya akan terus bertambah, ” kata Abdillah usai menjenguk korban.
Abdillah menjelaskan donasi sudah sebagian dibelanjakan untuk kebutuhan para wali santri dan keluarga berupa kasur tipis dan tikar, dan langsung digunakan oleh para penerima bantuan.
“Selain tikar dan kasur tipis, kami juga menyediakan kebutuhan wali santri dan keluarga santri selama masa menunggu di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziny, ” imbuhnya.
Abdillah menambahkan selain memenuhi kebutuhan wali santri dan keluarga korban, DPC PKB juga membuka posko sehingga bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan dan bahan lainnya terus berdatangan.
“Kami juga menyediakan obat-obatan dan tak kalah penting adalah trauma healing, bagi korban membutuhkan pendamping untuk pemulihan psikologis mereka,”imbuhnya.
Terkait kunjungan ke RS R.T Notopuro, Abdillah menjelaskan bersyukur karena secara umum sehat semuanya, walaupun ada satu korban yang terpaksa harus diamputasi kakinya.
“Harapan kami dari DPC PKB akan mendorong beasiswa full terutama warga Sidoarjo, ” tegasnya.
Ditempat yang sama, anggota Fraksi PKB yang ikut berkunjung, Moch Dhamroni Chudlori menambahkan usulan full beasiswa untuk korban terutama yang mengalami cacat permanen.
“Rata-rata mereka masih duduk di bangku SMP diharapkan dengan adanya full beasiswa ini, para korban bisa memiliki semangat untuk berprestasi dan bisa mengurangi ingatan akan tragedi ini, ” ujarnya.
Nantinya, sambung Dhamroni, pihaknya akan mengajak fraksi-fraksi lain agar pemerintah hadir di tengah-tengah musibah yang dialami oleh masyarakat Sidoarjo dan juga santri Pondok Pesantren Al Khoziny yang berasal dari luar Sidoarjo.