
Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Tim SAR Surabaya bergerak cepat mengevakuasi lima nelayan KM Hamko 2 yang mati mesin di perairan utara Sepulu, Bangkalan. Kapal sempat terombang-ambing sejak Jumat sebelum akhirnya berhasil mencapai daratan, Senin (12/1/2026) pagi.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan laporan diterima pada Minggu (11/1) pukul 20.50 WIB. Menindaklanjuti kondisi darurat itu, satu tim rescue langsung dikerahkan menggunakan KN SAR 249 Permadi menuju titik koordinat terakhir kapal.
“Begitu laporan kami terima, satu tim rescue langsung kami kerahkan untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi,” ujar Nanang, Senin (12/1).
KM Hamko 2 mengalami mati mesin sejak Jumat (9/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Lima nelayan asal Brondong yang berada di kapal masing-masing Agus Wijaya (nahkoda), Gunadi, Slamet Hadi Yono, Agus Aripin, dan Siswanto tidak dapat melanjutkan pelayaran dan terombang-ambing di laut.
Nanang menyebut kondisi cuaca memperburuk situasi. Bahan bakar kapal menipis, gelombang tinggi, angin kencang, hingga hujan lebat membuat proses evakuasi sulit dilakukan. Kapal juga tidak berani merapat karena khawatir menabrak karang.
KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak dan menempuh perjalanan sekitar 37 mil laut. Tim SAR tiba di area pencarian sekitar pukul 01.00 WIB dan berhasil menemukan KM Hamko 2. Namun, upaya evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi laut berisiko.
“Keselamatan personel menjadi prioritas. Karena cuaca tidak memungkinkan, tim memutuskan menunggu perkembangan situasi,” tambahnya.
Pada pukul 06.00 WIB, KN SAR 249 Permadi sandar di Pelabuhan Pelindo Gresik sambil terus memantau perkembangan bersama unsur SAR di Bangkalan.
Kabar baik diterima sekitar pukul 08.00 WIB. KM Hamko 2 berhasil mencapai daratan dan dikandaskan di Dermaga Barat Pelabuhan Sepulu. Seluruh nelayan dinyatakan selamat dan langsung dibantu warga serta nelayan setempat untuk menstabilkan kapal dan memperbaiki mesin.
Operasi SAR ini melibatkan UPP Telaga Biru Bangkalan, Satpolairud Telaga Biru Bangkalan, Rukun Nelayan Blimbing, nelayan sekitar Sepulu, dan unsur SAR lainnya.
Nanang mengimbau para nelayan lebih waspada terhadap kondisi kapal dan cuaca sebelum melaut. “Sinergi dan respons cepat jadi kunci keberhasilan penanganan kejadian ini,” ujarnya.