Hilang Dua Pekan, Lansia di Trenggalek Ditemukan Meninggal di Perbukitan

Siska Prestiwati
30 Mar 2026 10:31
5 minutes reading

Trenggalek (Aksaraindonesia.id) – Seorang nenek yang dilaporkan hilang hampir dua pekan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tebing Gunung Manik Oro, Kecamatan Kampak, Trenggalek, Minggu (29/3). Jenazah pertama kali terlihat oleh warga yang tengah mencari rumput di area perbukitan tersebut.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., mengatakan laporan awal diterima setelah warga mencium bau tidak sedap dan menemukan sosok tubuh di tebing kemudian melaporkannya kepada aparat dan tim SAR.

“Warga mendapati aroma menyengat lalu menelusuri sumbernya. Setelah ditemukan ada jenazah, laporan langsung kami terima dan tim bergerak ke lokasi,” ujar Nanang.

Ubah narasi ini jadi berita versi detik dengan lead Gus wawan bursa calon ketua DPC PKB sidoarjoNama H.Sulamul Hadi Nurmawan atau yg akrab disapa Gus wawan Tiba-tiba mencuat dalam bursa calon ketua DPC PKB periode 2026-2031. Putra alm KH Abdi Manaf, Pengasuh Pondok Pesantren Chusnaini desa Klopo Sepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dinilai layak memimpin PKB Sidoarjo. Tokoh masyarakat, Suryanto menjelaskan bila melihat dari garis keturunan, maka Gus Wawan sangatlah cocok. Mengingat Gus Wawan merupakan putra dari Salah satu keturunan tokoh NU dan salah satu tokoh pendiri pkb du sidoarjo. “Gus wawan pernah jadi ketua DPRD sidoarjo, ketika itu menurut catatan dan menurut saya kursi pkb dan mendudukan kadernya sbg bupati di kabupaten sidoarjo, ” Jelas Suryanto, Senin (30/3/2026). Suryanto menambahkan dengan kinerja Gus Wawan selama ini menunjukkan bahwa sosok Gus Wawan sangatlah cocok untuk memimpin PKB ke depannya. Ditempat yang lain, Ainul Yaqin juga menyampaikan pendapat yang sedana dengan Suryanto. “Gus Wawan saat menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo bersama Ketua DPC PKB Syaiful illah berhasil mengantarkan PKB mendapatkan 16 kursi di DPRD Kabupaten Sidoarjo pada pemilu 2019,” kata Ainul Yaqin. Menurut catatan, pemilu 2014, PKB hanya mendapatkan 13 kursi dan naik menjadi 16 kursi pada pemilu 2019 dan turun satu kursi pada pemilu 2024 jadi 15 kursi.


Gus Wawan Mencuat di Bursa Calon Ketua DPC PKB Sidoarjo Periode 2026–2031

Sidoarjo – Nama H. Sulamul Hadi Nurmawan atau Gus Wawan kembali menjadi sorotan setelah disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketua DPC PKB Sidoarjo untuk periode 2026–2031. Putra almarhum KH Abdi Manaf, pengasuh Pondok Pesantren Chusnaini, Klopo Sepuluh, Sukodono, itu dinilai sejumlah tokoh layak memimpin PKB di Kota Delta.

Tokoh masyarakat Suryanto mengatakan figur Gus Wawan memiliki rekam jejak yang kuat, baik dari sisi pengalaman politik maupun garis keturunan.

“Kalau melihat dari trahnya, Gus Wawan sangat cocok. Beliau putra tokoh NU dan salah satu keturunan pendiri PKB di Sidoarjo,” ujar Suryanto, Senin (30/3/2026).

Ia juga mengingatkan sejarah ketika Gus Wawan pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sidoarjo. Menurutnya, pada masa itu PKB mampu mendominasi kursi legislatif dan bahkan mendudukkan kadernya sebagai bupati.

“Kinerjanya waktu itu terlihat sangat baik. Ini modal kuat jika beliau kembali diberi amanah memimpin PKB Sidoarjo,” tambahnya.

Senada, Ainul Yaqin juga menilai Gus Wawan memiliki peran besar dalam perjalanan PKB Sidoarjo.

“Ketika menjabat Ketua DPRD Sidoarjo dan berkolaborasi dengan Ketua DPC PKB Syaiful Illah, PKB berhasil meraih 16 kursi di DPRD pada Pemilu 2019,” kata Ainul.

Secara catatan, pada Pemilu 2014 PKB memperoleh 13 kursi, naik menjadi 16 kursi pada 2019, sebelum turun menjadi 15 kursi pada Pemilu 2024.

Nama Gus Wawan kini disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk memimpin DPC PKB Sidoarjo di periode mendatang.


Ubah total narasi ini agar tidak ada unsur plagiat dan jadi berita versi detik *Judul : “Hilang Selama 12 Hari, Seorang Nenek Ditemukan Meninggal Dunia Di Tebing Manik Oro, Trenggalek”* TRENGGALEK – Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah berjenis kelamin wanita di tebing Gunung Manik Oro, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, pada Minggu (29/03). Jenazah tersebut ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi penemuan. “Informasi kami dapat dari warga yang mencium bau menyengat dan setelah ditelusuri, ia menemukan jenazah tersebut dan melaporkan ke polisi dan tim SAR” jelas Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya. Jenazah korban kemudian dapat diidentifikasi sebagai Mbah Wagini (86) yang sempat dicari oleh tim SAR gabungan akibat hilang di hutan sekitar Desa Ngadimulyo pada Rabu (18/03) lalu. Penemuan ini berjarak sekitar 15 kilometer dari perkiraan hilangnya korban. “Operasi SAR sempat digelar untuk mencari Mbah Wagini selama 7 hari namun tidak berhasil ditemukan” imbuh Nanang. Proses evakuasi memerlukan banyak waktu karena jarak antara jalan utama yang dapat diakses kendaraan dengan lokasi penemuan cukup jauh. Setelah jenazah korban berhasil dipacking dalam kantong jenazah, tim perlu menggunakan tali dan memilih jalur yang aman untuk turun demi keselamatan bersama. Setelah berhasil dievakuasi dari tebing sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr. Soedomo Trenggalek untuk proses identifikasi lebih lanjut. Adapun proses evakuasi ini berhasil berkat kerjasama yang baik antara Basarnas melalui Pos SAR Trenggalek, BPBD, Koramil dan Polsek Kampak, Pemerintas Desa Ngadimulyo, dan warga sekitar. (hms)


Hilang 12 Hari, Nenek di Trenggalek Ditemukan Meninggal di Tebing Manik Oro

Trenggalek – Seorang nenek yang dilaporkan hilang hampir dua pekan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tebing Gunung Manik Oro, Kecamatan Kampak, Trenggalek, Minggu (29/3). Jenazah pertama kali terlihat oleh warga yang tengah mencari rumput di area perbukitan tersebut.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., mengatakan laporan awal diterima setelah warga mencium bau tidak sedap dan menemukan sosok tubuh di tebing kemudian melaporkannya kepada aparat dan tim SAR.

“Warga mendapati aroma menyengat lalu menelusuri sumbernya. Setelah ditemukan ada jenazah, laporan langsung kami terima dan tim bergerak ke lokasi,” ujar Nanang dalam siaran pers, Senin (30/3/2026).

Korban diketahui bernama Mbah Wagini (86), warga Desa Ngadimulyo, yang hilang sejak Rabu (18/3). Tim SAR sebelumnya sudah melakukan pencarian selama tujuh hari namun tak membuahkan hasil. Lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar 15 kilometer dari titik dugaan hilangnya korban.

Nanang menjelaskan medan menuju lokasi penemuan sangat sulit sehingga proses evakuasi berlangsung lama. “Jaraknya jauh dari akses jalan. Setelah jenazah dimasukkan ke kantong, tim harus menggunakan tali dan memilih jalur paling aman supaya evakuasi bisa berjalan tanpa risiko,” katanya.

Sekitar pukul 17.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi turun dari tebing dan kemudian dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Operasi ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas Pos Trenggalek, BPBD, Koramil dan Polsek Kampak, Pemerintah Desa Ngadimulyo, serta warga yang turut membantu proses pencarian dan evakuasi.


13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :