Festival IKM Alor, Promosikan Potensi Industri Kecil Menegah ke Tingkat Nasional dan Internasional

Siska Prestiwati
18 Sep 2025 23:21
2 minutes reading

Kalabahi (aksaraindonesia.id) – Festival Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang digelar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, menjadi ajang yang memperkenalkan produk-produk unggulan lokal dan memperkuat perekonomian daerah. Kegiatan yang berlangsung Stadion Mini Kalabahi selama 17-19 September 2025 dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, didampingi Wakil Bupati Alor dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat pemerintah dari tingkat provinsi dan kabupaten, serta pelaku IKM dari seluruh penjuru NTT.

Wagub Johni menegaskan festival ini menjadi ruang penting bagi UMKM untuk memperluas pasar. “Kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal, memperkenalkan produk unggulan NTT, sekaligus mendukung program Gerakan Beli NTT,” ujarnya, kamis (18/09/2025) malam.

Menurut Wagub Johni, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah, dan festival seperti ini menjadi sarana nyata untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di NTT.

“Kita ingin produk UMKM NTT semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Festival IKM 2025 juga diwarnai dengan berbagai kegiatan bazar, pameran produk lokal, serta hiburan rakyat yang disambut meriah oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Zet Soni Libing, mengatakan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi menyelenggarakan Pameran Industri Kecil dan Menengah (IKM) di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Alor, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dan Kabupaten Ende. Selain itu, juga digelar Malam Industri Kecil dan Menengah di Kota Kupang.

Menurutnya, tujuan kegiatan ini adalah untuk menegaskan bahwa sektor IKM merupakan usaha yang mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi terus berupaya melakukan intervensi melalui berbagai kebijakan mulai dari hulu, tengah, hingga hilir.

“Di hulu, pemerintah memberikan pendampingan berupa pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) pengolahan produk di masing-masing kabupaten. Di tengah, pemerintah membantu pelaku IKM memiliki pengetahuan manajemen usaha yang memadai, termasuk memfasilitasi sertifikat halal dan izin BPOM agar produk yang dihasilkan dapat diterima dengan baik. Sedangkan di hilir, pemerintah ikut membantu menciptakan suasana pemasaran yang kondusif bagi pelaku IKM,” jelas Zet Soni Libing.

Ia menambahkan, festival IKM merupakan salah satu cara agar produk IKM bisa dipasarkan secara langsung kepada masyarakat, sekaligus dipromosikan melalui platform digital. Festival IKM di Kabupaten Alor, misalnya, tidak hanya menjadi wadah promosi, tetapi juga ruang bagi pelaku IKM untuk memperluas pasar produk mereka.

“Akhirnya saya mengimbau masyarakat Alor untuk datang berkunjung ke Stadion Mini Kalabahi, melihat langsung griya kuliner, fashion, serta produk-produk IKM lainnya, sekaligus membeli dan membantu mempromosikan,” pungkasnya. Aty Gomang

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :