
Kalabahi (aksara Indonesia. Id) – Aula Rumah Jabatan Bupati Alor menjadi saksi lahirnya sebuah komitmen besar untuk menjaga kedamaian di Kabupaten Alor. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat Alor sepakat menandatangani Deklarasi Perdamaian, Selasa (16/9/2025).
Deklarasi ini dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemerintah setempat, unsur Forkopimda, serta undangan lain sesuai daftar hadir. Dengan penuh kesadaran dan ketulusan, para peserta menyatakan mengakhiri perselisihan yang sempat terjadi, sekaligus berkomitmen untuk menjaga persaudaraan di tanah Alor.
Dalam poin deklarasi, para pihak menyepakati enam hal penting:
Deklarasi yang dibacakan dengan penuh haru itu menjadi simbol tekad bersama bahwa hukum harus ditegakkan, sementara adat dan budaya tetap menjadi perekat yang menyatukan.
“Deklarasi ini kami buat dengan sebenarnya, tanpa( paksaan dari pihak manapun. Ini adalah komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan di Kabupaten Alor,” demikian bunyi penutup deklarasi yang ditandatangani bersama.
Dengan lahirnya deklarasi ini, diharapkan Alor kembali berdiri sebagai tanah yang damai, rukun, dan penuh persaudaraan, demi generasi ada maupun yang akan datang.AtyGomang