
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Cuaca ekstrem kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Juanda. Hujan deras disertai angin puting beliung yang melanda area Terminal 1 pada Kamis (8/1/2026) sore membuat tiga pesawat harus mengalihkan pendaratan ke Bandara Ahmad Yani Semarang.
General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan keputusan pengalihan dilakukan demi keselamatan penerbangan karena kondisi di Terminal 1 tidak memungkinkan pesawat mendarat secara normal.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai serta AirNav Indonesia terkait penyesuaian jadwal penerbangan berikutnya,” ujar Tohir, Kamis (08/10/2025) sore.
Tohir juga mengimbau calon penumpang untuk aktif memantau status penerbangan melalui maskapai masing-masing atau contact center 172.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait guna memonitor situasi cuaca dalam rangka menjaga keselamatan operasional dan kenyamanan penumpang. Informasi perkembangan akan kami sampaikan secara berkala,” katanya.
Pihak bandara memastikan seluruh fasilitas terminal dan area sisi udara tetap aman pascakejadian tersebut. Namun angin kencang sempat menumbangkan beberapa pohon di area parkir Terminal 1 hingga mengenai sejumlah kendaraan.
“Tidak ada korban jiwa. Tim kami sudah melakukan penanganan dan pembersihan agar area segera kembali normal dengan tetap mengutamakan keselamatan,” jelas Tohir