Family Gathering ke Puthuk Truno, Cara Bank Sampah Anggrek Sukodono Jaga Kekompakan Anggota

Siska Prestiwati
14 Jun 2026 16:33
4 minutes reading

Pasuruan (Aksaraindonesia.id) – Suara gemericik Air Terjun Puthuk Truno di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menjadi saksi kebersamaan puluhan anggota Bank Sampah Anggrek Griya Kebonagung 1, Sukodono, Sidoarjo, Minggu (14/6/2026). Melalui kegiatan family gathering, para anggota tidak hanya menikmati suasana alam yang sejuk, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin lewat gerakan peduli lingkungan.

Direktur Bank Sampah Anggrek, Lusiana Rujiantini, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi kepada anggota yang selama ini aktif menyetorkan sampah kering serta kepada para pengurus yang rutin mengelola kegiatan penimbangan sampah di lingkungan RT 36.

Anggota bank sampah anggrek dan keluarga sedang mengabadikan moment di pintu masuk Wisata Puthuk truno. Doc : Siska Prestiwati

“Kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh anggota yang selama ini konsisten memilah dan menyetor sampah kering dari rumah. Kami juga berterima kasih kepada pengurus yang selalu bekerja sama dalam menjalankan program bank sampah,” kata perempuan yang akrab disapa Lusi itu.

Menurut Lusi, family gathering bukan sekadar agenda rekreasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kekompakan, kerukunan, dan semangat gotong royong di antara anggota.

Ia menjelaskan, pemilihan Air Terjun Puthuk Truno sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Sebagai komunitas yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan, pihaknya ingin mengajak anggota menikmati langsung keindahan alam yang masih terjaga.

“Semangat bank sampah adalah menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena itu kami memilih Puthuk Truno yang alamnya masih asri, bersih, dan terawat. Kami ingin anggota bisa menikmati suasana alam sekaligus menyadari pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari,” ujarnya.

Lusi berharap kegiatan tersebut dapat memberikan penyegaran bagi para anggota setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, kebersamaan yang terbangun selama perjalanan dan kegiatan wisata diharapkan semakin memperkuat solidaritas dalam menjalankan program bank sampah.

“Selama ini anggota bertemu saat penimbangan sampah. Lewat kegiatan seperti ini mereka bisa lebih akrab, saling mengenal keluarga masing-masing, dan semakin kompak. Harapannya semangat untuk menjaga lingkungan juga semakin kuat,” tambahnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua RT 36, Nur Hidayah. Ia menilai family gathering menjadi momentum positif untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus memberikan penghargaan kepada anggota yang aktif dalam program pengelolaan sampah.

“Kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan antara pengurus, anggota, dan keluarga anggota bank sampah,” ujar Hidayah.

Kekompakan anggota Bank sampah anggrek di Puthuk truno

Menurutnya, keberadaan Bank Sampah Anggrek selama ini telah memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun warga. Selain membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, program tersebut juga memberikan nilai ekonomi bagi anggota yang rutin menyetor sampah kering.

Hidayah berharap kegiatan kebersamaan seperti ini dapat memotivasi anggota agar semakin rajin memilah sampah dari rumah. Ia juga mengajak warga yang belum aktif bergabung untuk mulai berpartisipasi.

“Dengan menyetor sampah kering yang sudah dipilah, warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Karena itu kami berharap semakin banyak warga yang ikut aktif,” katanya.

Keceriaan peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah satu anggota, Rima, mengaku senang bisa mengikuti family gathering tersebut. Baginya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk menjalin keakraban dengan sesama anggota di luar aktivitas rutin bank sampah.

Rima, salah satu anggota Bank sampah anggrek saat menerima hadiah dari perlombaan yang sengaja disiapkan oleh panitia agar kegiatan family Gathering lebih seru. Doc : Bank sampah anggrek untuk Aksaraindonesia.id

“Saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Selain membuat hubungan antaranggota semakin dekat, kami juga bisa menikmati keindahan alam yang masih sangat alami,” ungkapnya.

Rima menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif karena mampu menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat. Di tengah kesibukan masing-masing, anggota dapat meluangkan waktu bersama sambil menikmati udara segar pegunungan.

“Kegiatan seperti ini membuat kami semakin semangat. Tidak hanya peduli lingkungan, tapi juga memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar Bank Sampah Anggrek,” tuturnya.

Ia berharap family gathering serupa dapat kembali digelar pada masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak anggota dan keluarga. Menurutnya, semakin banyak warga yang terlibat, semakin kuat pula semangat menjaga lingkungan yang dapat ditumbuhkan bersama.

Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan sederhana yang memadukan wisata alam dan kepedulian lingkungan itu menjadi bukti bahwa gerakan bank sampah tidak hanya soal mengelola sampah, tetapi juga membangun ikatan sosial yang kuat di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan yang terus terjaga, anggota Bank Sampah Anggrek berharap semangat menjaga lingkungan dapat terus tumbuh dari rumah, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

Admnistrasi Wisata Puthuk Truno, Herry Rustandi. Doc : Siska Prestiwati

Sebelumnya,
Administrasi Putuk Truno Prigen, Herry Rustandi mengucap terimakasih atas kunjungan dari Bank sampah anggrek RT 36 Griya Kebonagung 1 Sukodono Sidoarjo ke Wisata Air Terjun Puthuk Truno. Semoga para anggota bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan karena tadi pihaknya sudah memberikan informasi dan edukasi.

“Harapan kami, Bank Sampah Anggrek Griya Kebonagung 1 Sukodono Sidoarjo bisa semakin berkembang dan bisa menjalin kerjasama dengan kami, ” Pungkasnya.

 

5-5-2026

Arsip Berita :