filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan kesiapan mengirim 150 ton sampah per hari ke Tempat Pemrosesan Sampah (TPS) Benowo, Surabaya. Langkah ini merupakan bagian dari program waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik di Jawa Timur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, mengatakan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jawa Timur akan difokuskan di dua wilayah, yakni Surabaya Raya dan Malang Raya.
“Untuk PSEL di Surabaya Raya akan dibangun di TPS Benowo dengan kebutuhan sampah mencapai 1.100 ton per hari,” kata Arif saat ditemui di Kantor DLHK Sidoarjo, Jalan Raya Siwalan Panji, Rabu (1/4/2026).
Arif menjelaskan, kebutuhan 1.100 ton sampah per hari tersebut akan dipenuhi dari beberapa daerah. Kota Surabaya menyuplai 600 ton, Kabupaten Gresik 250 ton, Kabupaten Lamongan 100 ton, dan Kabupaten Sidoarjo 150 ton per hari.
Menurutnya, kontribusi Sidoarjo tersebut masih sangat memungkinkan. Pasalnya, total produksi sampah dari seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sidoarjo mencapai 500 hingga 600 ton per hari.
“Kalau hanya menyuplai 150 ton untuk PSEL di Benowo, Pemkab Sidoarjo mampu,” ujarnya.
Selain membantu program energi, pengiriman sampah ke TPS Benowo juga dinilai menguntungkan bagi Sidoarjo. Salah satunya adalah memperpanjang usia TPA di wilayah tersebut.
“Usia TPA yang sebelumnya diperkirakan lima tahun bisa diperpanjang hingga 10 tahun,” jelas Arif.
Terkait teknis pengiriman, DLHK Sidoarjo akan memanfaatkan TPS terdekat sebagai titik pengangkutan. Beberapa di antaranya yakni TPS Krian, TPS Waru, dan TPS Taman.