Pertunjukan Musik Amal TITIR Wukir Suryadi Bakal Digelar di Taman Budaya Jatim Akhir Bulan Ini, Catat Tanggalnya!

Endang Pergiwati
13 Jan 2026 20:10
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Bencana di Sumatera menggugah rasa kemanusiaan bangsa, termasuk para seniman dan budayawan. Sebagai solidaritas untuk para korban bencana, Teater Api Indonesia menyelenggarakan Pertunjukan Musik Amal berjudul TITIR menghadirkan musisi Wukir Suryadi di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur, akhir bulan ini.

“Kegiatan amal ini sengaja kami gelar bersama musisi eksperimental bernama Wukir Suryadi. Hasil penjualan tiket akan kami sumbangkan untuk para korban bencana di Sumatera,” tutur Slamet Gaprak, selaku Koordinator Pertunjukan Musik TITIR.

Menurut aktor Teater Api Indonesia ini, melalui karya seni yang diciptakan, para seniman merefleksi dan mengkaji berbagai macam isu, diskriminasi, hedonisme, ketimpangan sosial dan beragam isu lainnya yang terjadi di masyarakat sekitar.

“Demikian pula dengan Pertunjukan TITIR ini, adalah wujud empati kami terhadap warga Sumatera yang mengalami bencana ini. Mereka tidak hanya kehilangan rumah, ladang, sawah, tempat mereka hidup, tetapi juga keluarga, lingkungan masyarakat, yang selama ini menjadi ruang hidup,” papar Slamet.

Hal ini, ujar Slamet, perlu untuk benar-benar dikaji, bagaimana hal ini bisa terjadi, apakah hal ini juga terjadi di daerah-daerah lainnya.

“Jangan-jangan warga yang tinggal daerah-daerah lain hanya menunggu antrian untuk mengalami bencana yang sama,” ucapnya.

Untuk itu, usai pertunjukan musik, akan digelar diskusi publik, dengan para pembicara dari Walhi Jatim, Kontras Surabaya, Gusdurian Peduli, serta Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT).

Terkait musisi Wukir Suryadi yang akan menampilkan karya, ia mengaku memiliki alasan khusus. Wukir sebagai musisi eksperimental memang dikenal tidak hanya lewat penciptaan bunyi, namun juga pada penciptaan alat musik.

Slamet juga menjelaskan, tentang arti TITIR yang menjadi judul pertunjukan ini. TITIR adalah alat bunyi semacam kentongan yang biasa dibunyikan sebagai tanda bahaya pagebluk, banjir atau bahaya lain.

“Bagi saya, musik yang diciptakan Wukir memiliki subtansi bunyi, dimana bunyi tersebut memiliki narasi yang menjadi metamorf yang sangat luas dan layak dikaji,” tutup mantan anak didik tokoh aktivis Brewok (alm) dari Sanggar Suroboyo.

Pertunjukan musik TITIR ini akan digelar pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 19.00 hingga 22.00 WIB di Taman Budaya Jawa Timur Jalan Gentengkali No 85 Surabaya.

Silakan menyaksikan.

 

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :