Peperangan Iran–AS–Israel Ganggu Penerbangan Global, Ratusan Rute Dibatalkan dan Bandara Utama Terhenti

Siska Prestiwati
1 Mar 2026 06:12
2 minutes reading

Dubai (Aksaraindonesia.id) – Peperangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang makin memuncak pada 28 Februari 2026 berdampak langsung ke sektor penerbangan global. Waktu udara di kawasan Timur Tengah ditutup oleh sejumlah negara usai serangan militer, sehingga ratusan penerbangan internasional dibatalkan atau dialihkan, dan bandara utama seperti Dubai International Airport bahkan menghentikan seluruh operasionalnya sementara.

Dubai Airports mengonfirmasi bahwa seluruh operasi penerbangan di Dubai International dan Dubai World Central – Al Maktoum International (DWC) ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” keterangan kantor berita pemerintah Dubai melalui akun X, dikutip pada Minggu (1/3/2026).

Airspace di Iran, Israel, Irak, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab dilaporkan tutup setelah serangan bersama AS dan Israel terhadap target di Iran serta respons balasan Tehran. Rute-rute strategis yang biasa menghubungkan Eropa, Asia dan Amerika kini kosong, membuat banyak maskapai harus menunda, membatalkan atau mengubah alur penerbangan demi keselamatan.

Dampaknya terasa luas. Ratusan ribu penumpang terdampar di berbagai negara,sedangkan transit global yang biasa melalui bandara seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha ikut lumpuh.

Kutipan Ahli & Maskapai

Eric Schouten, Kepala Aviation Security Advisory Dyami, memperingatkan dampak yang lebih luas. “Passengers and airlines can expect airspace to be shut for quite some time,” ujarnya, menekankan ketidakpastian operasional di wilayah udara yang kini tergolong berisiko tinggi.

Maskapai nasional di kawasan pun angkat suara. Dalam pernyataannya, Qatar Airways menyatakan operasi mereka dihentikan demi keselamatan penerbangan. “Maskapai bekerja sama erat dengan pemangku kepentingan untuk mendukung penumpang yang terdampak dan akan melanjutkan operasi ketika wilayah udara dibuka kembali,” begitu pernyataan resmi perusahaan.

Maskapai Global Terimbas

Maskapai besar dunia termasuk British Airways, Lufthansa, Air France, Turkish Airlines, Emirates, Qatar Airways dan Kuwait Airways dilaporkan menunda atau membatalkan rute-rut mereka ke dan dari wilayah konflik akibat penutupan ruang udara.

Akibat situasi ini, rute penerbangan yang biasanya efisien kini harus melewati jalur yang lebih jauh dan mahal, menambah biaya bahan bakar dan waktu tempuh. Banyak otoritas penerbangan juga mengimbau maskapai untuk sementara menghindari wilayah konflik hingga situasi lebih stabil.

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :