
Surabaya(Aksaraindonesia.id) — Galeri Merah Putih kembali menegaskan posisinya sebagai episentrum seni rupa di Surabaya.
Pada Rabu (1/4/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 38 pelukis dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik akan memamerkan karya mereka bertajuk “Art for Freedom”.
Pameran ini dijadwalkan dibuka oleh M. Anis, Ketua Sanggar Merah Putih yang juga mengelola Galeri Merah Putih di kompleks Balai Pemuda Surabaya.
Kehadiran Anis merupakan permintaan dari Muit Arsa, Koordinator ASSU (Aksi Seniman Surabaya), sebagai representasi kolektif seniman yang terlibat dalam pameran tersebut.
“Pak Anis tidak keberatan untuk membuka pameran. Setelah pembukaan, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan diskusi dan OTS pada Minggu (5/4/2026),” ujar Muit, Selasa (31/3/2026).
Manajer Galeri Merah Putih, Cak Genthong, menegaskan bahwa pameran “Art for Freedom” memiliki arti penting bagi keberlangsungan ekosistem seni rupa di Surabaya.
Menurutnya, konsistensi ruang pamer dalam menjalankan agenda menjadi salah satu fondasi utama bagi pertumbuhan kreativitas seniman.
“Kami tetap menjalankan agenda pameran sesuai jadwal yang telah disusun sebagai bentuk komitmen terhadap ruang ekspresi seniman,” katanya.
Pameran ini menghadirkan beragam karya, mulai dari lukisan abstrak hingga potret realistis, yang mencerminkan dinamika gagasan, kebebasan berekspresi, serta keberagaman pendekatan artistik para pelukis.
Lebih dari sekadar ruang pamer, kegiatan ini menjadi penegasan bahwa praktik seni rupa di Surabaya terus bergerak dan berdaya. Galeri Merah Putih, yang berada di kawasan Balai Pemuda, kembali menjadi ruang temu lintas generasi, tempat ide, pengalaman, dan keberanian artistik dipertukarkan.
Kompleks Balai Pemuda sendiri menyimpan jejak panjang perjalanan seni di Surabaya. Di ruang yang sarat sejarah itu, para seniman tidak hanya mempresentasikan karya, tetapi juga merawat kesinambungan praktik seni sebagai bagian dari kehidupan sosial.
Pameran “Art for Freedom” menjadi pengingat bahwa seni bukan semata objek visual, melainkan medium kebebasan, dialog, dan refleksi atas realitas yang terus berkembang. (nTok)
.