
Surabaya (aksaraindonesia.id) – Komitmen Grand Inna Tunjungan untuk terus mengangkat kekayaan kuliner Nusantara kembali diwujudkan melalui gelaran “Balinese Food Festival III”. Setelah sukses menarik antusiasme publik pada dua edisi sebelumnya, festival kuliner khas Bali ini kembali digelar dengan konsep yang lebih meriah dan berkesan. Tidak hanya menyuguhkan ragam kuliner lezat, acara ini juga membangkitkan atmosfer budaya Bali yang otentik di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya.
General Manager Grand Inna Tunjungan, Ni Komang Darmiati menjelaskan berlokasi di pelataran, Grand Inna Tunjungan ingin mengajak para tamu untuk sejenak “melarikan diri” dari rutinitas kota dan menikmati suasana khas Pulau Dewata. Setibanya di lokasi, para tamu disambut hangat oleh staf hotel yang mengenakan busana adat Bali lengkap dengan tata rias tradisional, memperkuat nuansa etnik yang kental.
“Venue pun disulap menjadi ruang terbuka bernuansa Bali, dengan dekorasi khas, pencahayaan temaram, dan aroma rempah yang menggugah selera,” ungkap Ni Komang Darmiati, Senin (26/05).
Ni Komang
Darmiati menjelaskan acara dibuka dengan penampilan memukau Tari Puspanjali, sebuah tarian penyambutan sarat makna yang menandai penghormatan kepada para tamu. Di pertengahan acara, suasana semakin semarak dengan pertunjukan Tari Kecak, dibawakan oleh Sanggar Tari Sekar Tunjung, grup seni lokal yang konsisten melestarikan budaya Bali di tanah Jawa.
“Usai pertunjukan pembuka, para tamu dipersilakan menikmati santap malam buffet all-you-can-eat yang telah disiapkan oleh Executive Chef Suhadi bersama tim kuliner Grand Inna Tunjungan, “jelasnya.
Hidangan yang tersaji merupakan hasil kurasi resep-resep autentik Bali, di antaranya:
Ayam Betutu,
Sate Lilit, Jukut Bejek, Sambal Matah, dan Sambal Embe,
ada juga Nasi Goreng Nastutu serta
aneka jajanan pasar Bali dan hidangan penutup tradisional.
Semua menu disiapkan dengan bahan-bahan pilihan dan teknik memasak tradisional demi mempertahankan cita rasa asli Bali.
Dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp145.000,- per orang, para tamu tidak hanya dimanjakan dari sisi kuliner, tetapi juga hiburan. Acara turut dimeriahkan dengan live music, fun quiz berhadiah menarik, serta ditutup secara istimewa dengan Joged Bungbung Bali yang menjadi simbol kegembiraan, interaksi sosial, dan keterbukaan dalam budaya Bali, namun tetap dalam batas-batas norma kesopanan sehingga menghadirkan energi dan semangat budaya Bali secara nyata di tengah kota.
Lebih dari sekadar festival kuliner, Balinese Food Festival merupakan bagian dari inisiatif Grand Inna Tunjungan untuk mempromosikan kearifan lokal, sekaligus mendukung ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
“Melalui Balinese Food Festival III, kami ingin mengajak masyarakat Surabaya merasakan kehangatan budaya Bali tidak hanya melalui rasa, tetapi juga lewat nuansa dan pengalaman menyeluruh yang kami hadirkan. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus mengangkat kearifan lokal dan menyuguhkan Indonesian Experience yang autentik kepada setiap tamu,” paparnya.
Sebagai bagian dari jaringan InJourney Hospitality, Grand Inna Tunjungan terus konsisten menghadirkan berbagai pengalaman budaya khas Indonesia melalui layanan dan program-program unggulan.
Dengan mengusung konsep “Indonesian Experience” dalam “Balinese Food Festival III”, Grand Inna Tunjungan berharap dapat terus menjadi pionir dalam menyuguhkan kekayaan budaya Nusantara dalam bentuk sajian kuliner. Festival ini tidak hanya menjadi alternatif hiburan akhir pekan, tetapi juga wadah edukasi rasa, penghargaan budaya, dan ajakan untuk mencintai warisan kuliner Indonesia.ust