Dishub Jatim Siapkan Skema Khusus Hadapi Mudik-Nyepi 2026

Siska Prestiwati
20 Feb 2026 15:22
3 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Dinas Perhubungan Jawa Timur mulai mematangkan seluruh kesiapan angkutan Lebaran 2026. Kepala Dishub Jatim, Nyono, menyebut proses koordinasi dengan Kementerian Perhubungan sudah berjalan sejak awal Maret untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat yang diprediksi jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Masa angkutan Lebaran ditetapkan berlangsung 14–29 Maret 2026. Dishub Jatim memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 17–18 Maret, namun tahun ini momentum tersebut berdekatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Kondisi itu membuat Pelabuhan Ketapang ditutup mulai 18 Maret sehingga rekayasa arus di wilayah Banyuwangi harus dilakukan lebih ketat.

“Penutupan saat Nyepi membuat kendaraan harus menunggu. Karena itu kantong-kantong parkir di sekitar Banyuwangi dan Ketapang sudah kita siapkan agar tidak terjadi penumpukan,” kata Nyono di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2).

Ia menjelaskan, pengelolaan parkir akan mengikuti kepemilikan lahan setempat. Lahan milik BUMDes dikelola desa masing-masing, sementara tarif mengikuti ketentuan dari ASDP dan pemerintah daerah. “Provinsi tidak punya kewenangan pengaturan parkir darat di sana,” tambahnya.

Secara nasional, pergerakan masyarakat saat Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143 juta orang. Di Jawa Timur, proyeksi pengguna angkutan umum mencapai 7,7 juta penumpang atau naik sekitar 5 persen. Rinciannya: 2,92 juta penumpang kereta api, 2,67 juta penumpang bus, 1,23 juta pengguna angkutan penyeberangan, 756 ribu penumpang pesawat, serta 150 ribu penumpang kapal laut.

Untuk mendukung layanan, Dishub Jatim menyiapkan 6.637 unit bus, 148 rangkaian kereta api, 300 penerbangan (termasuk dua tambahan pesawat), 55 kapal laut, dan 71 kapal penyeberangan.

Lewat pemantauan kamera AI di perbatasan, kendaraan pribadi yang masuk kawasan aglomerasi Surabaya Raya melalui jalur arteri non-tol selama masa angkutan Lebaran diprediksi mencapai 251 ribu unit per hari. Sedangkan arus keluar-masuk Jatim melalui jalur arteri diperkirakan 33 ribu kendaraan per hari. Untuk data jalan tol, Dishub menunggu laporan resmi dari Jasa Marga.

Antisipasi tambahan juga dilakukan untuk arus dari Bali menjelang Nyepi. Nyono mengatakan pihaknya meminta tiga kapal tambahan untuk Pelabuhan Labuhan Jangkar Situbondo. “Satu kapal bisa angkut 250 orang. Kalau tiga kapal, tambahannya sekitar 750 penumpang per hari,” ujarnya.

Program mudik gratis juga kembali digelar. Untuk angkutan laut, layanan dimulai 8 Maret dengan enam perjalanan pulang-pergi dan total kapasitas 3.000 orang. Saat ini di Jangkar beroperasi dua kapal DLU untuk rute Sapudi–Raas dan satu kapal jurusan Kangean.

Untuk transportasi darat, pemerintah menyiapkan 200 bus mudik gratis, terdiri dari 25 bus AKAP, 100 bus AKDP, dan 75 bus dari stakeholder. Kapasitas total mencapai 8.000 orang selama 16 hari penyelenggaraan. Jika digabung dengan kuota angkutan laut, total peserta mudik gratis tahun ini mencapai 11.000 orang.

“Program ini efektif menekan kecelakaan kendaraan pribadi. Tahun-tahun sebelumnya bisa turun 3–5 persen. Saat ini rata-rata masih ada 13 korban meninggal per hari akibat kecelakaan sepeda motor di Jatim,” tutur Nyono.

Dishub Jatim juga menyediakan fasilitas angkutan sepeda motor sebanyak 200 unit ke enam tujuan berbeda. Pemudik akan diangkut bus sementara motornya dibawa menggunakan truk. “Potensi kecelakaan motor tinggi, karena itu kami imbau tidak mudik naik motor,” tegasnya.

Pendaftaran mudik gratis dibuka online pada 2–5 Maret 2026. Pendaftaran offline dibuka mulai 8 Maret. Untuk jalur laut, pendaftaran dilakukan melalui laman resmi Dishub Jatim sebelum keberangkatan.

“Semua skema ini disiapkan agar angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan masyarakat bisa mudik dengan nyaman,” pungkasnya.

13-03-2026

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :