Cabe rawit terus mengalami kenaikan harga. Doc : IstimewaSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Provinsi Jawa Timur kembali mengalami fluktuasi pada Jumat (30/1/2026). Berdasarkan data Harga Rata-Rata Provinsi Jawa Timur di tingkat konsumen, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan, dengan cabai rawit merah masih menjadi perhatian utama masyarakat.
Kenaikan harga cabai rawit merah dirasakan langsung oleh warga di sejumlah pasar tradisional. Di Pasar Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, harga cabai rawit merah dilaporkan telah menembus angka Rp80.000 per kilogram.
Lonjakan harga tersebut dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga, khususnya pedagang makanan yang sangat bergantung pada cabai sebagai bahan utama. Salah satunya Anik, pedagang makanan di Pasar Sukodono, mengaku terpaksa mengurangi tingkat kepedasan pada masakannya.
Anik bahkan menyebut dirinya sudah tidak lagi membuat sambal akibat mahalnya harga cabai rawit merah. “Lombok cilik mundak maneh, kemarin sudah Rp80 ribu per kilogram,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Wati, pedagang penyetan di kawasan Anggaswangi, Sidoarjo. Ia mengaku pusing dengan kenaikan harga cabai karena sambal merupakan pelengkap utama dagangannya.
“Kalau lombok naik, ngelu. Aku kan dodolan penyetan otomatis pakai sambal,” ujar Wati dengan nada mengeluh.
Meski harga cabai rawit merah di pasar tradisional terus meroket, data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur (Siska Perbapo) menunjukkan harga rata-rata cabai rawit merah pada 29 Januari 2026 tercatat sebesar Rp55.625 per kilogram, kemudian mengalami kenaikan 5,75 persen atau Rp3.199 menjadi Rp58.825 per kilogram pada 30 Januari 2026.