DPRD Sidoarjo Fasilitasi Dialog CFD, Akses 6 Gereja Disiapkan Lewat Jalur Alternatif

Siska Prestiwati
1 Jul 2026 16:34
3 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – DPRD Kabupaten Sidoarjo memfasilitasi dialog antara perwakilan enam gereja, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satlantas Polresta Sidoarjo untuk mencari solusi atas dampak penutupan sejumlah ruas jalan saat pelaksanaan Car Free Day (CFD). Hasilnya, akses menuju gereja tetap disiapkan melalui jalur alternatif tanpa mengubah rekayasa lalu lintas yang telah berlaku.

Hearing yang digelar di ruang Komisi A DPRD Sidoarjo, Rabu (1/7/2026), dipimpin Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin. Pertemuan juga dihadiri Kepala Dishub Sidoarjo, jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo, serta pendeta dan perwakilan enam gereja yang terdampak.

Humas Gereja, Yonathan Toar Sangari, mengatakan penutupan akses jalan saat CFD berdampak pada aktivitas ibadah jemaat di enam gereja yang berada di kawasan Sidokumpul dan Sidoklumpuk. Keenam gereja tersebut yakni GKN Sidoarjo, GPDI Elohim, GKJW Sidoarjo, GPIB Sidoarjo, GKI Sidoarjo, dan Gereja Katolik Santa Maria.

“Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk mencari titik temu antara kebutuhan pelaksanaan CFD dengan kelancaran akses jemaat menuju gereja,” ujar Yonathan.

Dalam hearing tersebut, pihak gereja menyampaikan empat usulan. Yakni membuka akses Jalan Kombes Pol M. Duryat, menambah personel Dishub di titik rawan kemacetan, menertibkan parkir liar di sekitar rumah ibadah, serta menata lokasi pedagang kaki lima (PKL) agar tidak mengganggu akses menuju gereja.

Menurut Yonathan, kepadatan lalu lintas paling terasa saat jadwal ibadah kedua dan ketiga pada Minggu pagi, ketika arus kendaraan jemaat bertemu dengan pengunjung CFD.

“Kami bersyukur Komisi A DPRD Sidoarjo memfasilitasi dialog ini. Dari empat usulan yang kami sampaikan, dua di antaranya akan segera direalisasikan,” katanya.

Dua poin yang segera diterapkan yakni penertiban parkir liar di depan gereja dan penyesuaian posisi penutup jalan di kawasan Jalan Kartini agar akses menuju gereja lebih mudah dilalui jemaat.

Sementara itu, Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki, menegaskan Jalan Kombes Pol M. Duryat tetap ditutup selama pelaksanaan CFD sesuai rekayasa lalu lintas. Namun, pihaknya telah menyiapkan jalur alternatif bagi jemaat.

“Akses menuju gereja diarahkan melalui Jalan Pahlawan, Jalan Thamrin, Jalan Gajah Mada, kemudian masuk ke jalan penghubung menuju kawasan Jalan Kombes Pol M. Duryat, Untung Suropati, dan Trunojoyo,” ujarnya.

Selain itu, Dishub memastikan area parkir di sekitar gereja diprioritaskan untuk jemaat. Sedangkan pengunjung CFD diarahkan menggunakan kantong parkir yang telah disediakan, seperti di Kantor Inspektorat, Aneka Usaha, SMPN 5 Sidoarjo, dan halaman Polsek Sidoarjo Kota.

“Nantinya petugas gereja akan berkolaborasi dengan Dishub membantu pengaturan parkir dan lalu lintas sehingga aktivitas ibadah tetap berjalan lancar,” tambahnya.

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, mengatakan hearing digelar sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat terkait dampak rekayasa lalu lintas CFD terhadap akses menuju tempat ibadah.

“Alhamdulillah sudah ada titik temu. Rekayasa lalu lintas tetap berjalan, kegiatan ekonomi saat CFD tetap berlangsung, sementara umat dapat beribadah dengan nyaman tanpa terganggu,” kata Rizza.

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut akan mulai diterapkan pada pelaksanaan CFD berikutnya. Dishub akan menempatkan personel di lapangan, sedangkan pihak gereja menyiapkan relawan untuk membantu pengaturan arus kendaraan.

“Dengan kolaborasi ini kami berharap CFD tetap berjalan lancar, kegiatan ekonomi masyarakat tetap hidup, dan umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

5-5-2026

Arsip Berita :