
Brussels (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Spanyol menyambut baik pembentukan komite nasional yang akan mengelola Jalur Gaza. Madrid menilai langkah tersebut menjadi “tahap positif” untuk menjalankan fase kedua rencana perdamaian sekaligus menuju pemulihan persatuan Palestina di bawah Otoritas Nasional Palestina.
Dalam pernyataannya, Kamis (15/1), Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan komite yang beranggotakan tokoh-tokoh Palestina itu diyakini dapat berkontribusi pada stabilitas Gaza. Komite tersebut diharapkan membantu meredakan krisis kemanusiaan dengan memfasilitasi peningkatan masuknya bantuan ke wilayah yang masih terkepung.
“Pembentukan komite yang terdiri dari tokoh-tokoh Palestina untuk mengelola Jalur Gaza merupakan langkah positif menuju pelaksanaan penuh fase kedua rencana perdamaian dan meletakkan dasar bagi pemulihan persatuan Negara Palestina di bawah Otoritas Nasionalnya,” tulis Kemenlu Spanyol.
Spanyol kembali menegaskan dukungan kuat terhadap Otoritas Nasional Palestina yang dianggap sebagai “satu-satunya mitra perdamaian”, termasuk peran pentingnya selama masa transisi. Madrid juga menegaskan komitmennya terhadap upaya internasional mencapai perdamaian di Gaza, sekaligus mengapresiasi peran para mediator seperti Qatar, Turki, dan Mesir.
Menurut Spanyol, rencana perdamaian tersebut—bersama Deklarasi New York tentang pelaksanaan solusi dua negara—menjadi jalan menuju “perdamaian yang adil dan berkelanjutan” di Timur Tengah.
Sementara itu, pada Rabu, utusan Amerika Serikat Steve Witkoff mengumumkan dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza. Pada fase ini akan dibentuk pemerintahan transisi Palestina yang bersifat teknokratis, yakni Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), serta mendorong dimulainya kembali rekonstruksi wilayah yang hancur akibat hampir dua tahun perang Israel.