Kunjungi SLB Delta Sejahtera, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Dorong Pelaksanaan Perda Disablitas dan Pelatihan Kerja untuk ABK

Siska Prestiwati
11 Oct 2025 11:22
5 minutes reading

Sidoarjo (aksaraindonesia.id) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen penuh untuk menghadirkan kesetaraan dan pelayanan seutuhnya bagi anak-anak disabilitas, yang disebut sebagai “anak-anak istimewa”. Berbagai program baru, mulai dari layanan kesehatan gratis hingga fasilitas antar jemput, akan segera diluncurkan.

​Komitmen ini disampaikan Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, dalam sebuah acara yang melibatkan orang tua, guru, dan komunitas disabilitas. ​Nasih menegaskan bahwa semua anak adalah titipan Allah dan tidak boleh ada diskriminasi.

“Semuanya istimewa, anak, orang tua, guru, dan merupakan orang-orang pilihan Allah. Kami meminta yang paling utama bagi orang tua dan guru adalah ikhlas dan sabar,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo ini di hadapan tenaga pengajar, wali murid dan murid-murid SLB Delta Sejahtera Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (09/10/2025).

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Masih bersama anak ABK

​Nasih juga menekankan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari jabatan ataupun rupa fisik, tetapi dari iman dan takwa. “Di sisi Nabi, banyak yang menjadi tokoh besar dengan memiliki keterbatasan. Di Indonesia pun banyak orang sukses juga berasal dari keterbatasan,” tambahnya, memberikan motivasi.

​Perda Disabilitas Jadi Payung Hukum, Pemkab Wajib Hadir

​Nasih mengakui bahwa selama ini perhatian pemerintah mungkin belum maksimal. Namun, dengan disahkannya Perda tentang Disabilitas, pemerintah kini memiliki kewajiban untuk hadir dalam segala lini kebutuhan anak-anak istimewa ini.

​Beberapa langkah nyata yang disiapkan Sidoarjo adalah:
​Layanan Kesehatan Gratis: Anak-anak disabilitas di Sidoarjo dipastikan mendapat layanan kesehatan gratis, mulai dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) 1 hingga RSUD, termasuk memastikan kepemilikan BPJS Kesehatan.
​Fasilitas Mobil Antar Jemput Khusus: Mulai tahun ini, Pemkab Sidoarjo menyiapkan mobil khusus disabilitas untuk mengantar jemput anak-anak yang sakit ke layanan kesehatan. Layanan ini bisa dikoordinasikan melalui sekolah, Dinas Sosial (Dinsos), atau Dinas Kesehatan (Dinkes).

(Tengah) Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih bersama siswa siswi SLB Delta Sejahtera Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (09/10/2025)


​Bantuan Tunai: Untuk keluarga dengan anggota disabilitas berat, pemerintah memberikan bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu per bulan. “Kami sudah usulkan untuk naik jumlahnya,” kata Nasih.


​Subsidi Pendidikan: Untuk sekolah negeri maupun swasta, pemerintah akan memberikan subsidi atau bantuan untuk meringankan beban orang tua.
​Pelatihan Kerja Khusus: Bagi yang sudah usia dewasa, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo akan menyiapkan pelatihan khusus disabilitas agar mereka memiliki peluang mencari pekerjaan.
​”Artinya, kami ingin ada kesetaraan, pengakuan, dan pelayanan seutuhnya untuk disabilitas,” tegas Nasih.
​Terkait data pasti jumlah anak disabilitas di Sidoarjo, Nasih menyatakan pihaknya akan meminta data rinci kepada Dinsos. Ia juga berjanji akan mendorong bantuan sarana dan prasarana bagi yayasan atau sekolah yang memiliki komitmen tinggi dalam membina anak-anak istimewa.
​”Saya yakin anak-anak istimewa ini ada kelebihan dan punya karya luar biasa,” tutupnya.

Harapan dari Sekolah dan Orang Tua

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SLB Delta Sejahtera, Titik Triasih, menyambut baik langkah DPRD dan Pemkab Sidoarjo. Ia berharap berbagai kebijakan yang digulirkan bisa membawa berkah bagi anak didiknya.
“Semoga arahan dari DPRD ini benar-benar membawa manfaat. Kami berterima kasih karena anak-anak diberi perhatian dan kesempatan lebih besar, terutama untuk mengikuti pelatihan dan bekerja ke depan,” ucap Titik penuh harap.

Ia menambahkan bahwa perhatian pemerintah sangat dibutuhkan, sebab banyak siswa disabilitas yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Kebanyakan orang tua mereka bekerja serabutan, sehingga fasilitas antar jemput atau bantuan tunai akan sangat membantu mereka. Ini bentuk empati nyata dari pemerintah,” ujarnya.

Titik juga berharap agar Pemkab bisa terus mengembangkan program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan minat dan potensi siswa. “Misalnya membuat kerajinan, menjahit, atau komputer dasar. Anak-anak ini sebenarnya cepat tanggap kalau diarahkan dengan sabar. Kami para guru siap mendukung sepenuhnya,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Siti Maimunah (42), mengaku terharu dengan perhatian pemerintah terhadap anak disabilitas. Putranya, Rafi, siswa kelas 3 SLB, mengalami autisme ringan dan selama ini membutuhkan pendampingan khusus.
“Selama ini saya sering bingung kalau Rafi sakit, karena tidak semua kendaraan mau antar. Kalau nanti ada mobil antar jemput dari pemerintah, itu sangat membantu,” ungkapnya.

Ia juga berharap bantuan pendidikan benar-benar bisa dirasakan secara merata. “Kami ingin anak-anak ini tidak hanya dikasihani, tapi diberi kesempatan. Dengan pelatihan dan pendampingan, mereka pasti bisa mandiri,” tuturnya.

Menurut Siti, kehadiran pejabat seperti Ketua DPRD di sekolah memberi motivasi tersendiri bagi para orang tua. “Kami jadi merasa tidak sendiri. Anak-anak kami diperhatikan dan dihargai. Itu yang paling penting,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. 

Orang tua lain, Mulyadi (45), ayah dari siswa tunarungu di sekolah yang sama, mengatakan bahwa perhatian dari DPRD dan Pemkab seperti ini baru pertama kali dirasakan langsung. “Biasanya kami hanya dengar ada program, tapi jarang ada pejabat yang datang langsung ke sekolah. Ketika Pak Abdillah datang dan bicara langsung dengan kami, rasanya seperti dihargai,” ucapnya.

Mulyadi menuturkan, anaknya yang kini berusia 14 tahun bercita-cita menjadi teknisi komputer. Ia berharap ada pelatihan sesuai bidang tersebut. “Kalau ada pelatihan kerja khusus seperti yang dijanjikan, saya sangat senang. Anak saya bisa belajar keterampilan dan punya masa depan sendiri,” ujarnya dengan mata berbinar.

“Yang paling penting bagi kami orang tua bukan besar kecilnya bantuan, tapi perhatian. Ketika pemerintah hadir, kami merasa anak-anak kami diakui keberadaannya,” tutupnya dengan suara lirih.

 

 

 

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :