Hari Sejuta Pohon, Khofifah Serukan Aksi Hijau

Siska Prestiwati
10 Jan 2026 23:05
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon yang jatuh setiap 10 Januari, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan menanam dan merawat pohon di berbagai wilayah.

“Hari ini momentum tepat bagi kita semua untuk menjaga alam dengan menanam dan merawat pohon,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (10/1).

Khofifah mengatakan upaya menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan menanam pohon di halaman rumah hingga reboisasi di lereng gunung, pantai, maupun kawasan hutan. Ia menegaskan, menjaga alam merupakan ikhtiar nyata untuk meminimalkan risiko bencana.

“Ketika alam kita jaga, maka alam akan menjaga kita,” tegasnya.

Gubernur Jatim itu dikenal aktif menanam pohon dan mangrove di sejumlah wilayah. Pada akhir 2025, ia melakukan penanaman mangrove di Watu Mejo Pacitan, dan sebelumnya di Bangkalan dalam rangkaian Festival Mangrove. Mangrove, kata Khofifah, mampu menyerap emisi karbon dioksida lima kali lebih banyak dibanding jenis pohon lain.

Upaya tersebut turut meningkatkan luasan mangrove Jawa Timur. Dalam empat tahun terakhir, luas mangrove bertambah 3.618 hektare atau naik 13,29 persen dari total 27.221 hektare pada 2021. Luasan mangrove Jatim kini mencapai 30.839 hektare, tertinggi di Pulau Jawa berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024.

Tak hanya kawasan pesisir, peningkatan kualitas lingkungan juga terlihat di daratan. Luas lahan kritis Jatim turun dari 432.225 hektare pada 2018 menjadi 370.544 hektare pada 2024.

Khofifah mengatakan bahwa gerakan ekologis juga berdampak ekonomi melalui sektor perhutanan sosial. Jawa Timur mencatat omzet usaha kehutanan sebesar Rp1,63 triliun pada 2025, atau 48,15 persen dari capaian nasional. Angka itu naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Melalui program Perhutanan Sosial di wilayah KHDPK, nilai ekonomi kelompok usaha kehutanan Jatim juga menjadi yang tertinggi di Indonesia pada 2025 dengan transaksi Rp447,2 miliar.

Bukan hanya mengajak, Khofifah mengungkapkan bahwa kebiasaan menanam pohon sudah ia lakukan sejak 1991 bersama keluarga setiap momen ulang tahun. Ia bahkan mengusulkan agar tradisi pemberian bunga papan diganti dengan penanaman pohon.

“Sehingga hidup itu menghidupkan, urip gawe urup,” katanya.

Khofifah menegaskan gerakan menanam pohon juga menjadi bagian mitigasi kebencanaan, terutama di wilayah rawan bencana. Pohon disebut mampu mengikat air hujan, menciptakan sumber air baru, hingga mencegah banjir dan longsor.

Ia mencontohkan penanaman 50 ribu bibit vetiver di lereng Gunung Semeru pada 2020 yang dilakukan untuk memperkuat konservasi tanah dan air.

“Pohon yang kita tanam adalah bukti komitmen menjaga alam. Apa yang kita tanam akan kita tuai di masa depan,” pungkasnya.

26-01-2026

30-01-2026

20-01-2026

27-01-2026

Arsip Berita :