Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria. Doc : IstimewaJakarta (Aksaraindonesia.id) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara kolektif mencapai Rp340 triliun hingga Rp350 triliun pada 2026.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan target tersebut telah dimasukkan dalam rencana kerja perusahaan. Bahkan, ia berharap laba BUMN bisa melampaui angka tersebut.
“Untuk 2026 kami memasukkan laba di rencana kerja kurang lebih Rp350 triliun. Tetapi saya mesti berekspektasi (laba) lebih dari itu,” kata Dony dalam acara Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia di Jakarta, Rabu.
Dony menepis anggapan bahwa kinerja BUMN merugi. Ia menyebut pada 2025 laba BUMN mencapai Rp332 triliun. Angka tersebut belum termasuk kontribusi pajak kepada negara serta dampak ekonomi lainnya.
Menurut Dony, sebagian laba pada 2025 digunakan untuk perbaikan dan transformasi BUMN, termasuk penggabungan (merger) dan restrukturisasi perusahaan pelat merah. Setelah dilakukan penurunan nilai aset atau impairment sekitar Rp55 triliun, laba bersih BUMN pada 2025 berada di kisaran Rp280 triliun hingga Rp285 triliun.
“Jadi, kalau ada orang yang bilang BUMN itu rugi, itu enggak,” tegasnya.
Ia berharap perbaikan yang dilakukan Danantara dapat mendorong pertumbuhan BUMN sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pertumbuhan tersebut, kata Dony, diukur dari kemampuan BUMN mencetak laba sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.
“Tahun 2026 ini kami berkomitmen, paling tidak bisa membukukan Rp340 triliun laba BUMN,” ujarnya.
Selain mengejar laba, Dony juga berharap peran sosial dan kemasyarakatan BUMN dapat terus ditingkatkan.
Sebelumnya diberitakan, Danantara menargetkan peningkatan aset dan dividen melalui penciptaan nilai tambah, salah satunya lewat transformasi dan konsolidasi BUMN. Dalam Panel Diskusi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief menyebut total aset Danantara saat ini mencapai US$900 miliar atau sekitar Rp15,29 kuadriliun.
Untuk mendukung target tersebut, Danantara berencana mengonsolidasikan 1.068 BUMN menjadi 221 entitas usaha dalam kurun 3–4 tahun ke depan. Saat ini, ribuan BUMN tersebut berada di bawah pengelolaan sekitar 50 holding di berbagai sektor.Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria
Al-Arief menyatakan konsolidasi dilakukan guna meningkatkan efisiensi, profesionalisme, serta daya saing global BUMN Indonesia.